Serah Terima Pekerjaan = Tanggung Jawab


Mengundurkan diri seringkali bukan benar benar berarti bergerak mundur ke belakang. Pada sebagian besar kasus, mengundurkan diri adalah melakukan proses memajukan diri kita. Bagi sebagian besar orang, mereka rela mengundurkan diri demi mengejar sesuatu yang dirasa lebih baik dari yang kini mereka miliki.

Namun, meski nyatanya mengundurkan diri adalah proses yang dirasa bagus bagi karyawan tersebut tidak dapat disangkal lagi pengunduran diri bisa jadi menimbulkan gejolak bagi yang ditinggalkan. Gejolak yang dimaksud adalah bahwa tim karyawan tersebut serta karyawan yang menggantikannya perlu menyesuaikan beberapa langkah sehingga proses kerja yang selama ini berlangsung baik tetap berjalan.

Saya yakin Anda pernah mendengar beberapa keluhan berikut ;

“Dulu sama si A rembes uang transport cepet, sekarang sama si B lama”

Atau

“Saya tidak tahu caranya bagaimana, tidak pernah diajarkan ke saya”

Disinilah proses serah terima pekerjaan memegang peranan penting. Seperti sedang lari estafet, jika salah seorang tidak mengoper tongkat dengan baik maka tim tersebut harus bekerja keras mengejar ketertinggalan. Memang terkesan seolah yang ditinggalkan akan dirugikan apabila serah terima tidak berjalan baik. Namun seringkali saya menjumpai mantan karyawan yang harus rela diganggu karena beberapa pekerjaannya tidak terselesaikan dengan baik.



Serah terima pekerjaan memang merupakan hal yang penting bagi tim yang ditinggalkan, namun melakukan serah terima pekerjaan adalah suatu tanggung jawab. Tidak melakukan serah terima pekerjaan dengan baik sama saja dengan tidak melakukan tanggung jawab dan tanggung jawab yang tidak dijalankan akan menimbulkan rasa tidak tenang.

Oleh karena itu, untuk menghindari ketidaknyamanan bagi karyawan yang mengundurkan diri ataupun tim yang ditinggalkan, lakukan serah terima pekerjaan dengan baik. Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan serah terima pekerjaan.

Persiapkan Jauh Jauh Hari

Ada alasan mengapa pengunduran diri membutuhkan 1 month notice, karena nyatanya Anda perlu menyiapkan agar kepergian Anda tidak mempengaruhi kinerja tim setelah ditinggalkan. Juga agar meminimalisir pertanyaan teman teman Anda setelah Anda mengundurkan diri. Terlebih jika Anda telah melakukan pekerjaan tsb cukup lama, Anda sendiri butuh waktu untuk mengingat apa saja yang selama ini Anda lakukan, dari global hingga detailnya.

Jika serah terima pekerjaan dilakukan buru buru, percaya atau tidak pasti akan ada banyak hal yang tertinggal. Dan mau tidak mau Anda harus meladeni pertanyaan teman teman Anda meski Anda telah mengundurkan diri yang timbul akibat ulah Anda sendiri. Atau bisa saja Anda menghindari mereka, taruhannya hubungan pertemanan Anda menjadi rusak.

Buat List Pekerjaan Anda

Anda dapat membuat daftar berisikan pekerjaan pekerjaan apa saja yang Anda lakukan selama ini. Untuk mempermudah Anda dapat menguraikannya dari gambaran besar pekerjaan Anda hingga ke bagian kecil di dalamnya. Contoh ;

1. Rekrutmen
a.       Memasang iklan
b.      Screening kandidat
c.       Penjadwalan tes
d.      Pelaksanaan tes
Hal ini cukup panjang namun membantu Anda untuk mengingat kembali pekerjaan yang telah Anda lakukan.

Buat Instruksi Kerja

Terkadang beberapa hal perlu dijabarkan lebih detail untuk dapat dijalankan. Dari poin sebelumnya, beberapa orang mungkin akan bertanya tanya bagaimana cara melakukannya. Anda bisa saja telah menjelaskan kepada tim Anda secara lisan dan teman Anda bisa saja lupa dengan apa yang Anda katakan. Oleh karena itu, tuangkan hal tersebut secara tertulis.

Buatlah instruksi kerja bagaimana cara melakukan tugas kok. Juga jangan lupa untuk melampirkan instruksi kerja tersebut dalam list pekerjaan Anda.

Misalkan ;
No
Pekerjaan
Cara pelaksanaan
1
Rekrutmen


a. Memasang iklan
Instruksi cara penggunaan siva terlampir pada lampiran 1a

b. Screening kandidat


c. Penjadwalan tes
Template undangan terlampir pada lampiran 1c

Sampaikan Bertahap

Jangan mengharapkan orang lain dapat mencerna apa yang telah Anda kerjakan selama beberapa tahun dalam 1 atau 2 hari. Ujung ujungnya mereka akan lupa dan kembali bergantung pada Anda. Meski Anda telah mempersiapkan materi serah terima dari jauh jauh hari, namun semua akan kurang efektif jika Anda menyampaikannya secara buru buru.

Ada baiknya Anda menyampaikannya secara bertahap kepada tim Anda dari jauh jauh hari. Bahkan jika pengganti Anda belum ditemukan, tidak ada salahnya menyampaikannya kepada tim Anda lainnya. Semakin banyak yang mendengar akan semakin baik. Lagipula, tim yang baik bukanlah tim yang hanya bergantung pada 1 orang sebagai tumpuan melainkan jika setiap anggota tim dapat saling mengisi. Hal ini juga membantu Anda untuk memastikan apakah tim Anda cukup memahami apa yang telah Anda sampaikan.

Jadilah "Boss"

Dari jauh jauh hari juga Anda perlu melepaskan semua rutinitas yang selama ini Anda kerjakan. Tugas Anda adalah memantau pengganti Anda atau tim Anda dalam menjalankan tugas yang dulu Anda kerjakan. Apabila mereka melakukan kesalahan, Anda dapat membantu memberikan petunjuk sehingga hal ini memperlancar proses kerja setelah Anda memulai karir di tempat yang baru.

Bukti Otentik

Setelah semua prose serah terima telah berjalan, setidaknya pada H-3 Anda dapat mencetak daftar pekerjaan Anda yang disertai lampiran instruksi kerja. Mintalah tanda tangan dari PIC yang menerima tugas tersebut sebagai tanda bahwa mereka telah memahami informasi yang Anda sampaikan.

Simpanlah daftar yang telah ditandatangani tersebut sebagai bukti bahwa Anda telah melakukan serah terima pekerjaan dengan baik.

Keep Contact

Meski Anda tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut, tidak ada salahnya meladeni beberapa pertanyaan dari tim Anda yang mungkin dulu lupa Anda sampaikan. Namun tidak ada salahnya juga meminta mereka membaca kembali berkas serah terima yang dulu Anda buat jika memang Anda merasa telah menyampaikannya.

Bagaimanapun, hubungan pertemanan Anda harus tetap berjalan bukan ?

Meski terlihat serah terima pekerjaan dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi tim yang ditinggalkan, jika Anda melalaikan tugas tersebut perusahaan bisa saja menahan gaji Anda atau tidak memberikan surat pencairan BPJS bahkan yang lebih buruk Anda bisa saja di blacklist.

Seperti yang telah disampaikan, serah terima pekerjaan adalah tanggung jawab. Dan nama Anda akan menjadi lebih harum jika proses perjalanan karir Anda tidak meninggalkan kesulitan bagi orang lain dalam tim Anda.

Jangan Buru Buru Resign ! Cari Tau Sebabnya.

Dalam bekerja, siapapun pasti pernah merasakan adanya suka duka. Entah suka karena lingkungan kerja yang menyenangkan, gaji yang besar, fasilitas kerja yang lengkap atau lokasi kerja yang dekat. Duka dalam bekerja bisa jadi muncul karena lembur terus menerus, sistem kerja berantakan, lingkungan kerja yang penuh politik dan lainnya.

Meskipun setiap orang mengalami suka dan duka yang tidak terpisahkan, tentu keduanya memiliki persentasenya masing masing. Jika lebih dominan suka nya maka karyawan tersebut akan bertahan, sebaliknya, jika lebih dominan duka nya maka karyawan akan mencari kesempatan kerja yang lebih baik.



Namun sayangnya, seringkali kita berhenti menggali saat kita hampir sampai di sumber emas.  Jika perusahaan Anda berada dalam situasi berikut, maka cobalah untuk bertahan karena bisa jadi cobaan yang Anda hadapi akan membawa Anda menjadi seorang yang lebih hebat.

Perusahaan Baru Berdiri

Sebuah perusahaan yang baru saja berdiri tentu tidaklah sesempurna perusahaan yang telah berdiri bertahun tahun. Ada banyak sistem kerja yang belum terarah, jumlah karyawan pun mungkin masih sedikit atau bahkan segala proses operasional berjalan secara manual.

Bekerja di perusahaan yang baru saja berdiri mengharuskan Anda untuk multi tasking, melelahkan sekaligus mencengangkan. Anda memang diharuskan menangani banyak tugas sekaligus diberikan kesempatan untuk menangani banyak hal. Sengsara sudah pasti, namun Anda akan memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman yang menunjang nilai jual Anda.

Jadi, bertahan saja hingga Anda merasa pengalaman yang Anda miliki cukup matang sambil menunggu adanya karyawan lain yang bergabung. Kalau tidak ada yang bergabung, yah hitung saja kursus gratis dan latihan mental. Kantor lain bisa jadi lebih buruk loh.

Rekan Kerja MUNTABER

Lagi enak enak kerja tiba tiba teman satu tim muntaber alias "mundur tanpa berita". Sudah cukup kaget, Anda mendapat perintah dari atasan untuk mengerjakan tugasnya sementara waktu. Saya rasa, siapapun dalam kondisi tersebut akan merasa kesal. Tapi ambil positifnya saja, Anda bisa memperdalam pekerjaan teman Anda tersebut. 

Salah satu cara untuk mengembangkan karir adalah dengan melakukan penugasan di posisi lain, yah anggap saja Anda sedang menjalani proses pengembangan karir itu. Sama seperti poin sebelumnya, pekerjaan yang Anda tangani dapat Anda tuliskan di dalam CV Anda.

Meskipun hal ini menyebalkan bagi Anda, bekerja dengan memberikan yang terbaik adalah suatu keharusan. Karena jika pengganti teman Anda tidak kunjung didapatkan, hanya hasil kerja dan sikap kerja Andalah yang mampu menolong Anda untuk dipertimbangkan mendapatkan kenaikan gaji.

Perusahaan Mendapatkan Project Besar

Namanya juga sedang menangani project yang cukup besar, tenaga yang dikeluarkan pun tidak boleh setengah setengah. Kerja lembur seringkali terjadi, belum lagi atasan yang terus terusan monitoring, ditambah situasi kerja yang mendadak jadi tegang.

Layaknya bermain game, Anda akan dihadapkan pada tingkat kesulitan yang semakin tinggi untuk menuju ke level selanjutnya. Jangan mengeluh dan tetap berjuang hingga project tuntas yang menandakan level Anda sudah meningkat. Dengan demikian, Anda akan lebih dipercayakan untuk menangani project project besar lainnya karena Anda pernah menuntaskannya sebelumnya. 

Perusahaan Sedang Goyah

Saya yakin kita telah mendengar banyak cerita tentang perusahaan goyah yang kembali jaya. Di samping adanya seorang pemimpin yang hebat, di baliknya ada para anggota yang siap menjalankan perintah pemimpinnya dengan baik.

Ketika akhirnya perusahaan terselamatkan, bukan hanya sang pemimpin yang merasa bangga melainkan juga para anggota tim. Dan pemimpin hebat yang berhasil menyelamatkan perusahaan dari kondisi goyah tidak akan melupakan anggota tim yang telah berjuang mendampinginya. 

Menangani situasi krisis juga merupakan hal yang belum tentu dimiliki setiap orang. Situasi krisis tidak hanya menuntut multitasking melainkan juga kematangan emosional dalam pengelolaan stress dan motivasi diri. Ketika Anda berhasil melalui ini, bukan hanya kemampuan teknis yang meningkat melainkan juga kematangan emosional. 

Empat situasi di atas adalah beberapa situasi tidak enak yang menuntun Anda ke level yang lebih tinggi. Pernah mendengar kisah Gatotkaca ? Ya, si otot kawat tulang besi ini pernah ditenggelamkan ke dasar kawah Candradimuka hingga menjadi sosok yang kuat. Begitu juga kita, masalah membuat kita semakin kuat. 

"Tapi, perusahaan tidak menghargai kinerja saya meski saya sudah bekerja keras."

Tunggu saja. Perusahaan seringkali tidak menutup mata kepada para karyawannya yang berkinerja baik.

"Sudah ditunggu tapi tetap tidak ada apa apa. Yang ada malah ditambahin pekerjaan."

Coba sampaikan unek unek Anda ke atasan. Bisa jadi atasan Anda memiliki penjelasan logis atas apa yang Anda rasakan sekaligus mampu memberikan solusi. Jangan biarkan emosi negatifmu disimpan sendiri ya. Dan juga jangan keluarkan emosi negatif Anda di tempat yang kurang tepat. Atasan dianggap cukup profesional untuk menampung emosi Anda sekaligus menjernihkan pikiran Anda. 

"Atasan saya tidak memberikan solusi."

Oke, berapa waktu yang Anda miliki untuk menunggu ? Apakah kemampuan yang Anda miliki sudah cukup matang ? Jika Anda merasa sudah cukup lama menunggu tanpa adanya perubahan, jika kemampuan Anda sudah cukup matang, tidak ada salahnya mencari kesempatan baru. Tapi, malu kan cari kerja baru kalau pengalaman belum cukup matang.

Bekerja memang tidak melulu tentang uang meski bekerja menghasilkan uang. Bekerja adalah suatu aktualisasi diri, suatu upaya yang tercatat dalam buku perjalanan hidup Anda. Bekerjalah dengan sebaik mungkin, bertahanlah sebisa mungkin ketika badai datang. Hasil kerja dan mental Anda menunjukkan kualitas diri Anda. Kualitas diri Anda menentukan berapa nilai jual Anda.

Mengasah Logika dengan Microsoft Excel


Halo teman teman HR seperjuangan,

Saya yakin, Anda pasti sudah mendengar berbagai macam produk HRIS seperti Sunfish, Talenta, Orange, dsb yang diklaim mampu membantu para HR melaksanakan tugasnya. Pengajuan cuti, perjalanan dinas, izin, dst sudah bisa diajukan melalui sistem tanpa perlu menggunakan form yang bisa terselip dan memenuhi ordner di lemari. Masalah penggajian pun tidak lagi serumit dulu yang mengharuskan kita memeriksa satu per satu rumus. Belum lagi beragam laporan kepegawaian yang bisa didownload kapanpun sesuai kebutuhan kita.

Tidak hanya HRIS, sudah banyak perusahaan yang membeli sebuah sistem ERP atau justru mengembangkan sistem untuk operasional kerja. Sistem memang telah menyediakan suatu rel dimana kita hanya perlu berjalan mengikutinya tanpa harus berpikir alternatif jalan lainnya. Tidak dapat dipungkiri, sistem memang membuat pekerjaan kita menjadi lebih mudah. Namun terkadang ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan melalui sistem sehingga kita mengerjakannya secara manual.



Bicara mengenai mengelola data data dari sistem, kita juga cukup familiar dengan Microsoft Excel. Microsoft excel pun mampu membantu kita dalam menyajikan sebuah laporan ataupun mendapatkan informasi melalui pilihan rumus rumus di dalamnya. Saya juga yakin Anda mengenal rumus rumus dasar untuk penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Namun Microsoft Excel menyediakan ratusan rumus yang dapat kita gunakan, dan berikut adalah beberapa di antaranya yang cukup sering digunakan untuk mengelola data ;

VLOOKUP dan HLOOKUP

Pernah kesulitan untuk mencocokan suatu data ? Atau ingin mengambil suatu data dari file lain yang berisikan ribuan kolom ? Nah, Anda dapat menggunakan rumus ini.

Vlookup dan Hlookup merupakan bagian dari fungsi Lookup. Lookup digunakan untuk mencari nilai pada baris atau kolom Tertentu. Vlookup digunakan untuk mencari nilai dalam bentuk kolom/vertikal, sedangkan Hlookup untuk mencari nilai dalam bentuk baris /horizontal.

Dalam pekerjaan pun Anda bisa menggunakan rumus ini untuk mencocokan data BPJS dari SIPP/Edabu dan dari sistem, mengambil informasi dari file data karyawan, dan sebagainya.

Untuk mengetahui rumus dan cara penggunaannya Anda dapat melihat referensi dari link berikut ; Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP

IF

Pasti Anda familiar dengan skenario ; jika nilai appraisal <50 maka="" masuk="" span="" style="mso-spacerun: yes;"> 
dalam kategori E, nilai ≤60 masuk kategori D, dan seterusnya. Atau mungkin skenario lain seperti ; jika gaji < Rp 4.100.000 maka masuk dalam kelas rawat 2, jika gaji ≥ Rp 4.100.000 maka masuk dalam kelas rawat 1.

Nah, untuk mengelola skenario tersebut, Anda dapat menggunakan rumus IF. Dibanding dengan rumus VLOOKUP dan HLOOKUP, rumus IF cukup panjang bergantung pada banyaknya skenario yang dimasukkan.

Fungsi IF memungkinkan Anda untuk membuat perbandingan logis antara nilai dan apa yang diharapkan dengan menguji kondisi dan mengembalikan hasil jika True atau False. 

Untuk mengetahui rumus dan cara penggunaannya Anda dapat melihat referensi dari link berikut ; Rumus IF

COUNTIF dan COUNTIFS

Dalam acara gathering, biasanya kita seringkali memesan kaos yang berarti kita memerlukan informasi jumlah ukuran yang akan dibeli. Kalau karyawan hanya 10, kita masih bisa menghitung dengan jari, namun bagaimana jika karyawannya ada ribuan ?

Nah, rumus COUNTIF memudahkan kita untuk menghitung berapa banyak kaos ukuran S/M/L yang perlu dibeli. Fungsi COUNTIF digunakan untuk mencacah / menghitung jumlah sel berdasarkan pada syarat / kriteria tunggal tertentu.

Hampir sama dengan rumus COUNTIF, rumus COUNTIFS berfungsi untuk menghitung jumlah data atau banyak data pada cell yang memenuhi banyak kriteria, syarat atau kondisi tertentu. Misalkan, kita ingin menghitung jumlah karyawan laki laki dengan ukuran kaos S/M/L.

Untuk mengetahui rumus dan cara penggunaannya Anda dapat melihat referensi dari link berikut ; Rumus COUNTIF dan Rumus COUNTIFS

Demikian adalah 3 rumus excel yang sering digunakan dalam pengelolaan data. Masih ada banyak rumus lain yang digunakan dalam pengelolaan data, seperti IF-AND, IF-OR, SUMIF, ROUND, LEFT, MID, dst namun ketiga rumus di atas dirasa cukup membantu dalam pengelolaan data HR yang telah dibantu oleh sistem.

Meski saat ini sistem HR telah berkembang pesat, tidak ada salahnya untuk tetap menguasai Microsoft Excel. Meskipun Microsoft Excel cukup rumit dengan berbagai rumus di dalamnya, program tersebut membantu kita untuk melatih logika kita. Misalkan, sistem memberikan informasi tentang jumlah gaji yang diterima oleh karyawan sedangkan Microsoft Excel memberikan informasi jumlah gaji tersebut serta bagaimana cara mendapatkannya.

Sistem memang membantu kita dalam mengerjakan banyak hal, namun jangan biarkan diri kita dimanjakan oleh adanya sistem. Kita perlu terus menerus melatih ketajaman daya pikir kita, agar kita tidak tergerus perkembangan zaman, juga agar kita tidak terkalahkan oleh teknologi. Dan Microsoft Excel dengan ribuan rumus di dalamnya dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin terus mengasah daya pikir Anda.

Selamat mencoba !

Sudahkah Anda Berbagi Hari Ini ?

Apakah Anda masih sering menghubungi teman kantor lama Anda ?

Saya rasa sebagian besar akan menjawab “ya”. Kemungkinan besar Anda masih berhubungan baik dengan salah satu teman kantor lama Anda, entah melalui Whats App atau bertemu langsung. Ya, meskipun Anda telah mengundurkan diri dan tidak memiliki kewajiban secara profesional setidaknya hubungan silaturahmi secara personal sebaiknya jangan pernah putus.

Ketika berkomunikasi tidak jarang kita menanyakan kabar satu sama lain atau mungkin curhat dengan pekerjaan yang saat ini dijalani. Hal yang wajar. Saya pun sama seperti Anda yang masih mencoba menjalin silaturahmi dengan teman teman saya. Hingga saya menemukan suatu hal yang membuat saya berpikir dan menuangkannya dalam artikel ini.

Beberapa waktu lalu saya datang mengunjungi kantor lama saya dan tentunya menemui para teman kerja saya sebelumnya. Kami bertukar kabar dengan diiringi senyuman. Saya merasa senang karena mereka masih menyambut saya dengan baik. Sebelum pulang, saya menghubungi mantan atasan saya yang dulu sempat membuat saya merasa sebal namun juga sering menasehati saya. Entah bagaimana, saat itu saya merasa bahwa kunjungan saya tidak lengkap tanpa bertemu dengannya.

Pada akhirnya saya berhasil menemuinya di ruangannya setelah sebelumnya saya cukup grogi karena telah lama tak bertemu. Ia menyambut saya dengan ramah, ia sama sekali tak berubah dari terakhir kali saya bertemu dengannya. Awalnya kami sekedar bertukar kabar secara pribadi hingga ia mulai menanyakan bagaimana pekerjaan saya saat ini. Ia memberikan saya beberapa nasehat dalam karir saya dan saya merasa sangat senang mendengarnya. Seperti yang saya bilang, ia tidak berubah, masih sama dengan sosok yang saya kenal.



Demi tuhan, dulu saya sering dibuat kesal olehnya. Alasan saya ingin menemuinya  adalah karena meskipun ia menyebalkan ia adalah seorang yang berwawasan luas dan memiliki lebih banyak pengalaman dibanding saya. Ia memang menyebalkan dan saya tidak bisa mengubahnya, namun fakta yang tak dapat diubah adalah ia tidak pelit berbagi ilmu bahkan kepada saya yang bukan lagi anggota timnya.

Pertemuan saya dengannya saat itu memberikan perasaan hangat di dalam diri saya. Saya tidak hanya menjalin kembali tali silaturahmi yang lama terputus melainkan saya juga mendapat petuah yang berguna untuk nasib saya. Baginya mungkin pertemuan dengan saya adalah sebuah pertemuan dengan teman lama, namun bagi saya pertemuan saya kali itu adalah sebuah pertemuan yang “berisi”.
Pertemuan itu juga membuat saya berpikir tentang diri saya ke depannya. Apakah kelak ada seseorang yang ingin menemui saya untuk mendapat nasihat dari saya ? Dan saya pun ingin mengajak Anda berpikir hal yang sama, untuk sama sama menentukan jawabannya sejak hari ini.

Sudahkah kita berbagi ?

Saya yakin, kita memiliki sejumlah kompetensi yang cukup membuat kita layak disebut sebagai seorang profesional. Sebagian besar mungkin telah menduduki posisi manajerial dengan pengalaman yang tak perlu diragukan. Namun sudahkah kita berbagi kepada orang lain tentang apa yang telah kita ketahui ? Sudahkah kita membagikan pengalaman yang mungkin berguna bagi orang lain ? Seberapa seringkah kita memberikan nasihat yang membangun bagi orang lain ?

Saya rasa, petuah diam itu emas tidak selalu sesuai dalam setiap situasi. Dalam hal ini, pengalaman yang kita miliki akan lebih bernilai jika itu dapat menjadi sumber ilmu bagi orang lain. Prinsip hidup kita mungkin dapat membantu orang lain yang mungkin sedang membutuhkan petunjuk. Berbagi pengalaman atau memberi nasihat mungkin akan menghabiskan energi bagi sebagian besar orang, namun itu adalah sebuah kebaikan yang kelak akan kembali pada diri kita sendiri.

Orang lain mungkin mengetahui bahwa kita memiliki banyak pengalaman yang bisa diteladani, namun jika kita tidak membuka diri maka orang lain belum tentu akan berani mendekati. Kita bisa memilih untuk menerangi diri kita sendiri atau menjadi secercah cahaya bagi orang lain.

Sudahkah kita mencari ?

Kita tidak bisa menuang dari gelas yang kosong. Ada banyak hal yang dapat kita bagikan kepada orang lain, namun tentu kita juga perlu mengisi diri kita agar dapat terus berbagi. Oleh karena itu, untuk mencapai apa yang kita inginkan kita perlu menentukan sumber mata air yang dapat memberikan informasi yang kita butuhkan.

Pertanyaannya adalah sudahkah kita mengelilingi diri kita dengan mereka yang mampu “mengisi” diri kita ? Pertemanan adalah penting, namun dengan siapa kita berteman juga merupakan hal yang penting. Kita semua tahu, siapa yang sering kita temui secara tidak langsung mempengaruhi diri kita. Kita semua memiliki sisi negatif dan untuk itu kita perlu orang lain yang mampu membanjiri kita dengan energi positifnya.

Mencari seseorang untuk diajak memancing atau berbelanja bersama memang menyenangkan. Menemui seseorang yang bisa diajak curhat juga menyenangkan. Namun menemui seseorang yang dapat memberikan kita sebuah nasihat tidak hanya menyenangkan melainkan menenangkan. Penuhi diri kita dengan hal hal positif, agar kita juga mampu menyebarkan energi positif bagi orang lain.

Berbagi tidak membuat diri kita seolah olah adalah yang paling tahu. Mencari juga tidak membuat diri kita seolah olah adalah yang paling bodoh. Mencari untuk berbagi. Mendapatkan energi positif untuk menyebarkan energi positif. Meski setiap dari kita memiliki sisi negatif, jadikanlah sisi positif dari diri kita sebagai sisi dominan.

Untuk Anda yang telah menjadi seorang pemimpin, atau untuk Anda yang ingin menjadi seorang pemimpin, saya sering mendengar bahwa pemimpin adalah mereka yang bisa membuat orang lain berkeinginan untuk menjadi lebih baik lagi. Maka berbagilah. Karena berbagi membuat Anda dan orang lain setingkat lebih baik.


Namun jika Anda merasa tidak memiliki sesuatu untuk dibagikan, maka bergurulah. Penuhi diri Anda dengan hal hal yang berguna. Carilah ilmu sebanyak mungkin sehingga Anda  merasa percaya diri untuk berbagi. Tidak ada orang yang sempurna, namun kita dapat memilih untuk menjadi seseorang yang selalu melakukan yang terbaik. 

4 Tips Membuat Proses Onboarding Menjadi Lebih "Hangat"

Mendapatkan pekerjaan adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian besar. Adalah wajar jika di hari pertama bekerja kita akan merasa grogi dan canggung mengingat bahwa kita dihadapkan pada lingkungan yang baru. Jika mendapat pekerjaan adalah hal yang menyenangkan, maka merasa nyaman di lingkungan kerja yang baru adalah hal yang membutuhkan proses. Disinilah HR berperan besar untuk membantu setiap karyawan baru beradaptasi dengan lingkungannya.

Di awal mulai bekerja, umumnya HR akan memberikan induksi / onboarding kepada karyawan baru dengan menjelaskan beberapa peraturan umum perusahaan dan mengenalkan karyawan tersebut kepada karyawan lain. Di beberapa perusahaan, mereka telah merancang suatu training yang ditujukan agar karyawan dapat memahami budaya dan proses kerja di perusahaan tersebut. Namun ternyata, masih ada banyak cara yang tidak hanya membuat karyawan baru merasa nyaman di hari pertama kerjanya melainkan juga merasa "disambut".

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menyambut karyawan baru Anda.


Berikan Email Berisi Arahan di Hari Pertama Kerja

Umumnya setelah kita mendapatkan informasi bahwa kita diterima kerja, informasi selanjutnya yang akan kita terima adalah offering dan kelengkapan data yang perlu disiapkan di hari pertama bekerja. Anda dapat menambahkan sentuhan ekstra pada informasi yang Anda berikan melalui email yang berisikan ;

  • Sampaikan selamat datang dan sampaikan betapa kehadiran karyawan tersebut sangat bermakna bagi perusahaan. 
  • Jelaskan arahan arahan yang sederhana namun membantu mereka di hari pertama kerja, misalkan ; lokasi parkir, waktu kerja, PIC yang dihubungi di hari pertama kerja, sistematika penukaran kartu akses, dsb.
Pastikan bahwa karyawan tersebut telah mendapatkan gambaran tentang apa saja yang perlu dipersiapkan selain dokumen identitas. Jangan biarkan karyawan tersebut menghabiskan waktu untuk mencari lokasi parkir sehingga datang terlambat. Hal yang diharapkan adalah karyawan tersebut tidak datang dengan langkah canggung melainkan dengan langkah mantap karena ia yakin bahwa ia tidak hanya diterima, melainkan disambut. 

Siapkan Kartu Ucapan

Bagi beberapa orang, merangkai kata adalah sesuatu hal yang sulit. Namun, hebatnya sebuah kata adalah ia mampu membuat seseorang merasa tersudutkan maupun merasa tersanjung. Anda mungkin tidak menyadari bahwa sebuah kartu ucapan berisikan "Welcome Aboard" yang Anda tuliskan mampu membuat karyawan tersebut merasa bahwa kehadirannya telah ditunggu. 

Akan lebih berkesan jika kartu ucapan tersebut dibuat oleh atasan langsung karyawan tersebut dan juga ditandatangani oleh anggota tim lainnya. Mungkin Anda tidak menyangka bahwa hal sederhana tersebut mampu membuat orang lain merasa senang.

Datang Lebih Awal

Jika pada umumnya Anda datang ke kantor tepat 1 menit sebelum jam kerja dimulai, maka lakukanlah hal sebaliknya jika Anda kedatangan karyawan baru. Jika memungkinkan, perintahkan hal yang sama kepada atasan langsung karyawan tersebut dan timnya. Mungkin terkesan aneh, namun hal ini menciptakan sebuah kesan yang berbeda. 

Bayangkan jika Anda adalah seorang karyawan baru di suatu perusahaan dan Anda tiba di perusahaan tanpa ada satu orang pun di tim Anda yang telah hadir. Kemungkinan besar kita akan merasa bingung, canggung atau mungkin biasa saja. Bandingkan jika Anda tiba di sebuah perusahaan dengan seluruh anggota di tim tersebut telah hadir dan menjabat tangan Anda dengan bersahabat. Saya yakin kemungkinan besar Anda akan beranggapan bahwa lingkungan kerja tersebut begitu hangat. 

Buatkan Sebuah Denah

Akan mudah bagi seluruh karyawan untuk mengenal satu atau dua karyawan baru. Namun akan membutuhkan proses bagi seorang karyawan untuk mengenal seluruh karyawan di perusahaan tersebut. Jika bahkan karyawan tersebut tidak menghapal nama karyawan lain, maka akan timbul kecanggungan bagi karyawan tersebut untuk berinteraksi dengan karyawan lain.

Sebuah denah bisa menjadi sebuah solusi untuk memudahkan karyawan mengenal karyawan lainnya. Anda dapat membuatkan sebuah denah berisi lokasi tempat duduk setiap karyawan berikut posisi jabatan dan nomor ekstensinya. Hal ini akan mempermudah karyawan tersebut untuk lebih membaur dan merasa nyaman dengan karyawan lainnya.

Masa awal karyawan mulai bekerja adalah masa yang kritikal dimana ada banyak kasus dimana karyawan mengundurkan diri di beberapa hari berikutnya tanpa ada kabar. Bantulah setiap karyawan untuk merasa nyaman di masa awal kerjanya dan hal itu dimulai di hari pertama karyawan tersebut bekerja.

Hari pertama kerja adalah hal yang menarik bagi setiap orang dan orang lain di sekitarnya. Akan ada satu pertanyaan yang pasti akan muncul, "bagaimana hari pertama kerjamu ?". Buatlah agar karyawan tersebut tidak merasa bahwa harinya "biasa saja" melainkan mengatakan bahwa "ini adalah hari yang indah untuk saya".

Bantulah orang lain merasa bahwa ia telah melewati sebuah hari yang indah. Dengan demikian, ia akan merasa lebih bersemangat menjalani hari esok karena yakin bahwa kehadirannya membawa makna bagi orang lain.