Cara Terbaik ketika Anda Mendapat Undangan Tes dari Perusahaan Lain

Pengunduran diri seorang karyawan adalah suatu hal yang wajar dalam sebuah perusahaan. Ada berbagai penyebab pengunduran diri, seperti karyawan sakit berkepanjangan, tidak nyaman dengan atasan langsung, tidak puas dengan kompensasi yang diterima dan sebagainya. Namun dari berbagai macam penyebab pengunduran diri, saya mengelompokan penyebab tersebut kedalam dua golongan yaitu ;


  1. Mengundurkan diri untuk bergabung dengan perusahaan lain 
  2. Mengundurkan diri tanpa bergabung dengan perusahaan lain
Untuk penyebab nomor dua kita sebagai karyawan bisa mengutarakan alasan pengunduran diri kepada atasan dengan jujur. Namun untuk penyebab nomor satu, seringkali terdapat kendala sehingga karyawan memilih untuk tidak menceritakan keinginannya untuk mengundurkan diri. 

Meskipun sewajarnya seorang atasan dapat memahami dan mendukung keinginan karyawan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, ada saja atasan yang menanggapinya dengan cibiran atau sindiran hingga membuat karyawan semakin tidak nyaman bekerja. Karyawan sendiri seringkali merasa takut jika dengan mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri akan mengakibatkan perubahan tingkah laku atasan menjadi negatif. Oleh karena itu ketika karyawan yang telah melamar ke perusahaan lain dan mendapatkan jadwal tes mereka seringkali memberikan alasan klise berikut ;



Sakit

Karena jadwal tes pun bisa diberikan mendadak, maka karyawan seringkali menggunakan alasan ini karena sakit pun tidak dapat diprediksi. Karyawan seringkali beralasan masuk angin, maag kumat, atau mengakambing hitamkan penyakit ringan lainnya. 

Meskipun sering digunakan, alasan ini juga dapat menimbulkan tanda tanya di benak atasan Anda. Padahal kemarin  baik baik saja kenapa hari ini sakit ? atau Katanya kemarin sakit, kok sekarang kelihatan sehat ? Belum lagi jika atasan Anda menanyakan surat keterangan dokter atau informasi lain seputar penyakit ringan tersebut sehingga akhirnya Anda terpaksa menutupinya dengan kebohongan lain. 

Izin Setengah Hari 

Seringkali karyawan yang mendapatkan jadwal tes di perusahaan lain berusaha untuk tetap hadir dan memilih izin setengah hari, entah izin menemani orang tua ke rumah sakit kah, izin periksa ke dokter gigi kah atau izin dengan alasan lainnya. 

Namun sebenarnya alasan ini cukup beresiko bagi Anda yang belum memahami alur tes di perusahaan tersebut. Bagaimana jika tes tersebut menghabiskan waktu Anda seharian ? Jika Anda bersikeras untuk hadir bekerja maka Anda mengorbankan diri untuk tidak mengikuti rangkaian tes yang belum tentu dapat Anda ikuti kembali. Namun jika Anda bersikeras untuk mengikuti rangkaian tes maka Anda mengorbankan pekerjaan Anda dan bagaimana jika atasan atau rekan kerja Anda menuntut Anda untuk hadir sesuai janji Anda ? Dan juga, belum tentu Anda diperbolehkan untuk izin setengah hari bukan ?

Urusan Mendesak 

Sama dengan alasan sebelumnya, jika Anda memutuskan untuk mengeluarkan alasan tidak hadir karena urusan mendesak, belum tentu atasan Anda dapat memahami dan memberikan izin. Karena umumnya jadwal tes diberitahukan beberapa hari sebelum hari H, kita tidak dapat memprediksikan beban kerja kita saat tes tersebut berlangsung. Bisa jadi atasan menolak dan Anda kehilangan kesempatan yang belum tentu dapat Anda peroleh kembali. 

Cuti Tahunan

Karena cuti adalah hak setiap karyawan, maka kemungkinan besar atasan Anda akan mengizinkan Anda untuk mengambil cuti dengan catatan Anda tidak memiliki pekerjaan yang belum terselesaikan. Namun di beberapa perusahaan mengharuskan karyawan untuk mengajukan cuti beberapa hari sebelum hari H untuk mempersiapkan karyawan yang akan menggantikan tugasnya. 

Sayangnya, kita tidak dapat memprediksi kapan kita akan menerima undangan tes, bagaimana jika ternyata Anda diberitahu mendadak sedangkan berdasarkan prosedur perusahaan cuti tahunan tidak dapat diajukan mendadak ?

Keempat alasan di atas tidak hanya sering terbersit di pikiran para karyawan namun juga sering dilakukan. Keempatnya sama sama membuat kita memutar otak untuk menemukan alasan terbaik yang paling tidak mencurigakan. Belum lagi ke depannya Anda akan terus menutupinya dengan kebohongan kebohongan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menggunakan cara ini ;

Berkata Jujur

Katakan saja pada atasan Anda bahwa Anda ingin mencari pekerjaan di perusahaan lain yang diharapkan mampu membuat Anda lebih baik dari segi materi maupun non materi. Atasan Anda mungkin akan mencibir atau melakukan hal negatif lain. Namun belum tentu demikian, mungkin saja atasan Anda akan menerima alasan Anda dan memberikan dukungan, atau mungkin atasan Anda akan berusaha memperbaiki apa yang menjadi penyebab Anda mengundurkan diri. 

Walaupun cara ini belum tentu dapat disikapi dengan baik oleh atasan, setidaknya Anda tidak harus membuang tenaga untuk merangkai satu kebohongan ke kebohongan lainnya. Oleh karena itu lebih baik Anda mengatakan kondisi Anda sejujurnya pada atasan, ingat mengundurkan diri adalah hak setiap karyawan dan perusahaan tidak berhak menahan Anda selagi Anda mampu menyelesaikan pekerjaan Anda. 

Ketika Karyawan "Tidak Mau" Bekerja

Bagi Anda yang telah memiliki subordinat tentunya pernah menemui karyawan dengan kinerja baik, cukup dan buruk. Seringkali karyawan dengan kinerja buruk disebut sebagai karyawan "bermasalah" karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan hanya menimbulkan masalah.

Sebagian besar atasan sangat menghindari karyawan bermasalah sebagai subordinatnya karena hanya akan menambah beban kerjanya. Namun tak dapat dihindari, entah karena kesalahan pada perekrutan atau sifat dari karyawan tersebut yang berubah, karyawan tipe ini seringkali ditemui di setiap perusahaan.

Karyawan tipe ini seringkali sengaja melupakan target pekerjaan meski telah diingatkan, melakukan kesalahan pada pekerjaan rutinitas, datang terlambat dan banyak hal lainnya yang menyebabkan atasan mengelus dada. Respon umum yang akan diberikan ketika berhadapan dengan karyawan tipe ini adalah "jengkel" dan menganggapnya "tidak bisa bekerja".

Namun sadarkah Anda jika karyawan tipe ini, dibanding "tidak dapat" bekerja mereka cenderung "tidak mau bekerja". Ada berbagai alasan mengapa seorang karyawan memutuskan untuk "tidak mau" bekerja dan enggan mengeluarkan kinerja terbaiknya meskipun sebenarnya mereka mampu.


Pekerjaan tidak sesuai passion

Hal ini sering terjadi jika karyawan dimutasi dimana pekerjaan baru yang mereka geluti tidak sesuai dengan passion mereka. Pada awalnya mereka akan berusaha belajar dan berusaha mencintai pekerjaannya. Namun jika mereka tidak dimotivasi dengan baik, maka jangan heran jika mereka mulai bekerja asal asalan. 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kita harus mencintai pekerjaan kita, namun jika kita tidak sanggup mencintai pekerjaan kita maka yang kita rasakan adalah rasa terbebani. Kita akan kehilangan semangat bahkan semangat untuk belajar hal baru. 

Oleh karena itu ada baiknya perusahaan dalam melakukan mutasi, tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan suatu divisi namun juga kepribadian karyawan. 

Mulai merasa tidak nyaman 

Ada beberapa hal yang mampu membuat karyawan tidak merasa nyaman dalam bekerja seperti gaya kepemimpinan atasan, budaya kerja, struktur kerja dan beban kerja yang berlebih. Ketidaknyamanan ini lama kelamaan akan menurunkan semangat karyawan dan membuat mereka enggan mengeluarkan kinerja terbaiknya. 

Rasa tidak nyaman ini membuat mereka hanya fokus untuk menghitung jam pulang dan kesehariannya dalam bekerja hanya diliputi oleh keluh kesah. 

Pernah merasa sakit hati 

Meski telah diatur oleh undang undang, ada saja perusahaan yang tidak memperhatikan karyawannya dengan baik. Entah dari segi kompensasi maupun perlakuan secara manusiawi. Tidak jarang karyawan merasa sakit hati dan dongkol terhadap perusahaan. 

Alih alih mereka ingin berjuang bersama untuk memajukan perusahaan, akan sangat bahaya jika karyawan yang merasa sakit hati ini justru ingin merugikan perusahaan. 

Karyawan tipe ini seringkali tidak mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya terhadap pekerjaannya, tidak jarang mereka juga tengah mencari pekerjaan lain yang diharapkan lebih baik. Kendati demikian, bukan berarti karyawan tipe ini selamanya akan menjadi "trouble maker" dalam perusahaan. Jika Anda selaku atasan mampu menggali sebab mengapa kinerjanya menurun dan menerapkan proses coaching, kemungkinan besar Anda mampu mengubah sudut pandang mereka. 


Sesungguhnya, tidak ada karyawan "trouble maker", yang ada hanyalah karyawan yang kurang bimbingan. Apalagi di dunia kerja yang marak dikuasai generasi milenial, adalah sangat penting mengapresiasi dan membuat orang lain merasa dihargai dibanding sebaliknya. Dan pada prinsipnya, tidak ada karyawan yang tidak memiliki potensi, yang ada hanyalah karyawan yang potensi dirinya belum digali. 

Lembur dan Selentingan dibaliknya

Sebagai seorang karyawan, lembur bukanlah suatu hal asing yang seringkali dialami dalam dunia kerja. Lembur seringkali dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan ataupun untuk menyelesaikan pekerjaan dadakan dengan tingkat urgensi tinggi.

Dalam melaksanakan kerja lembur, sebagian besar perusahaan akan memberikan kompensasi kepada karyawan atas kontribusinya dalam menyelesaikan tugas meski telah melewati jam kerja. Perhitungan upah lembur ini diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.



Meskipun sesungguhnya lembur dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdapat banyak penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan maupun perusahaan dalam pelaksanaan lembur.

Karyawan Sengaja Pulang Malam demi Uang Lembur

Tidak dapat diketahui dengan pasti, apakah karyawan yang pulang malam sungguh sungguh melaksanakan tugasnya atau tidak. Seringkali karyawan sengaja pulang malam sehingga ia terhitung lembur dan mendapatkan upah lembur. Hal ini tentu saja mengakibatkan bengkaknya biaya dan merugikan perusahaan. 

Dalam Kep. 102/MEN/VI/2004 telah dijelaskan bahwa untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan. Sayangnya sebagian atasan seringkali kurang mengawasi pelaksanaan lembur tersebut dan asal menyetujui lembur tersebut. 

Hal ini dapat diantisipasi dengan adanya prosedur di perusahaan, misalkan ;
  • Lembur diajukan oleh atasan dan disetujui oleh karyawan, sehingga lembur benar benar dilakukan untuk pekerjaan yang mendesak bukan pekerjaan yang disengaja oleh karyawan. 
  • Lembur diajukan sebelum pelaksanaan lembur. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah form lembur ditandatangani atasan setiap satu bulan sekali mendekati cut off penggajian sehingga atasan atau bahkan karyawan lupa mengenai pekerjaan apa yang dilakukan. 
Namun pengawasan lembur ini tetap harus mempertimbangkan lingkungan dan budaya kerja di perusahaan masing masing dan tidak dapat disama ratakan. 

Perusahaan Tidak Membayar Upah Lembur 

Ada sebagian perusahaan yang menolak untuk membayarkan kompensasi atas lembur karena perusahaan menganggap lembur tersebut dilakukan atas pekerjaan yang belum diselesaikan. Perusahaan menganggap karyawan tidak dapat mengatur jam kerjanya dengan baik sehingga akhirnya mereka harus lembur. 

Meskipun pendapat tersebut ada benarnya, namun jika karyawan terus menerus melakukan lembur setiap harinya, ada baiknya perusahaan meninjau kembali beban kerja karyawan tersebut. Jangan jangan, pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawan tersebut overload atau ada sistem kerja yang salah. 

Namun jika dilihat kembali ke Kep. 102/MEN/VI/2004 pasal 7, hal ini tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun juga, karyawan yang melakukan lembur telah merelakan waktu istirahat demi perusahaan dan berhak mendapatkan apresiasi. 

Lembur Menandakan Loyalitas 

Ada pula karyawan yang meskipun telah mengetahui jika ia tidak akan mendapat upah lembur meski bekerja lembur, namun tetap dengan senang hati melakukan lembur. Entah mengerjakan pekerjaan yang belum tuntas atau pekerjaan lainnya, namun anggapan bahwa lembur menandakan loyalitas masih diyakini beberapa orang. 

Bekerja lembur memang ada kalanya perlu dilakukan, terutama jika pekerjaan tersebut mendesak. Namun ada baiknya Anda lebih pandai memilah, mana pekerjaan yang membutuhkan lembur atau tidak. Jangan sampai demi karir, Anda mengorbankan waktu istirahat dan quality time bersama keluarga Anda. 

Pekerjaan yang Tidak Kenal Waktu

Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami masa dimana Anda diminta bekerja lembur oleh atasan Anda, entah di hari kerja ataupun di luar hari kerja. Jika dilakukan hanya sesekali, karyawan masih dapat memaklumi dan dengan ikhlas mengerjakannya. 

Namun jika hal ini terjadi berkali kali, karyawan akan merasa jenuh. Perusahaan seharusnya bisa lebih menghargai privasi karyawan. Khususnya apabila lembur dilakukan di hari libur, perusahaan harus mempertimbangkan posisi karyawan yang meninggalkan waktu istirahatnya demi bekerja. 

Dibayar ataupun tidak, lembur yang dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan rasa tertekan dalam diri karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus lebih bijak memanfaatkan jam kerja agar seluruh pekerjaan dapat terselesaikan dan tidak mengganggu waktu istirahat karyawan. 


Rekomendasi Film Menyentuh Hati

Menonton film adalah salah satu aktifitas yang sering kita lakukan di kala senggang. Dengan menonton film, selain kita dapat merasa rileks sejenak, kita juga mendapatkan pelajaran moril dari cerita yang disampaikan. Genre film yang ditonton setiap orang pun berbeda beda sesuai selera, entah horor, thriller, action, komedi atau drama.

Bagi Anda yang menyukai film bergenre drama, berikut rekomendasi film yang akan membuat Anda terbawa suasana. Entah setelah menontonnya Anda akan merasa kesal, sedih, atau ikut merasa sakit hati, namun film berikut menampilkan alur cerita yang cukup mengaduk aduk perasaan penonton.

You're the apple of my eyes



Film ini menceritakan kisah cinta monyet antara dua siswa SMU, Ko Teng (Ko Chen Tung) yang bandel dan Shen Chia Yi (Michelle Chen) yang merupakan siswi terpandai di sekolahnya. Shen Chia Yi jatuh cinta pada tingkah konyol Ko Teng begitupun Ko Teng yang berubah menjadi lebih baik berkat Shen Chia Yi. 

Ko Teng telah berkali kali mengungkapkan perasaannya pada Shen Chia Yi, namun ia tak memberikan kesempatan pada Shen Chia Yi untuk mengutarakan perasaannya hingga akhirnya Shen Chia Yi memilih lelaki lain untuk menjadi pendamping hidupnya. 

Hingga akhir cerita, dikisahkan bahwa Ko Teng tak pernah menyukai wanita lain selain Shen Chia Yi, baginya Shen Chia Yi adalah satu satunya wanita di hidupnya. Namun ia pun tak dapat memungkiri perasaan bahagianya ketika melihat wanita pujaan hatinya melangkah menuju pelaminan bersama lelaki pilihannya. 

Dalam film ini diceritakan betapa indahnya cinta pertama yang begitu membekas di hati Ko Teng, namun dari film ini kita dapat memetik pelajaran, apabila kita menginginkan sesuatu maka kejarlah itu. Begitupun ketika kita menyukai seseorang, lakukan apapun agar ia merasa yakin pada perasaan Anda. Bagaimanapun juga, seorang wanita membutuhkan lelaki yang selalu ada bukan hanya selalu cinta. 

500 days of Summer



Film drama ini mengisahkan cinta lokasi antara seorang penulis kartu nama yang berbakat, Tom Hansen (Joseph Gordon Levit) dan seorang sekretaris memikat yaitu Summer (Zooey Deschanel). Digambarkan bahwa Summer adalah sosok wanita yang menarik, tidak hanya dari sisi kecerdasan namun juga kepribadian. Pesona Summer ini juga memikat Tom untuk jatuh cinta padanya. 

Sayangnya, Summer adalah wanita bebas yang tidak ingin terikat dalam sebuah hubungan. Dan demi tetap bersama Summer, Tom rela menjalin hubungan tanpa status. Ia memberikan seluruh hatinya hanya pada Summer, dan baginya orang itu harus Summer dan hanya Summer yang dapat membuatnya merasa bahagia. 

Kendati Summer telah memutuskan untuk tidak menjalin "hubungan dekat" dengan Tom, Tom tetap mengharapkan Summer untuk menjadi miliknya. Namun semua harapan itu pupus ketika mengetahui Summer akan menikah dengan pria lain, ketika Summer melakukan sesuatu hal yang sangat tidak ia inginkan. 

Anda akan mengerti betapa pahitnya berharap pada seseorang, dan betapa mudahnya orang lain mengecewakan Anda. Tom digambarkan sebagai sosok pria melankolis yang sangat setia pada Summer tak peduli apa yang ia lakukan. Sedangkan Summer digambarkan sebagai sosok wanita yang mampu membuat Tom merasa bahagia tanpa harus melakukan apapun meski cenderung egois. 

Perasaan Anda adalah sesuatu hal yang berharga. Film ini mengajarkan kita untuk bertindak tegas dalam menjalin sebuah hubungan. Pengorbanan dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar, namun akan sangat sakit jika pasangan Anda tidak menghargainya. Dan jatuh cinta pun bukanlah hal yang mudah bagi beberapa orang, akan lebih baik jika Anda tidak membuat orang lain berharap banyak. Film ini mengajarkan bahwa cinta dan sakit hati adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan, berani mencintai maka Anda harus berani sakit hati. 

Surga yang tak dirindukan 2



Mengangkat tema pernikahan poligami, film ini menceritakan betapa besarnya rasa cinta Pras (Fedi Nuril) terhadap istrinya, Arini (Laudya Chintya Bella) dan juga rasa penyesalannya karena telah menikahi Meirose (Raline Shah). Meirose yang merasa bersalah pada pernikahan Pras dan Arini memutuskan untuk hidup menjauh meski akhirnya mereka kembali bertemu tanpa sengaja di Budapest. 

Meirose sendiri telah menjalani kehidupan baru dan telah membuka hati pada pria lain yaitu Syarief (Reza Rahardian) yang berprofesi sebagai dokter. Hal ini membuat Meirose memutuskan untuk bercerai dengan Pras, dan begitu pula dengan Pras yang ingin menceraikan Meirose dan hanya fokus pada Arini. 

Namun tanpa diduga, Arini mengidap kanker stadium akhir dan ia mengajukan permintaan pada Pras untuk tidak bercerai dengan Meirose karena hanya Meirose yang mampu menyayangi Pras dan anaknya dengan baik. Hingga akhirnya ajal menjemput Arini yang telah mengikhlaskan jika Meirose tak dapat memenuhi keinginannya dan lebih memilih Syarief. 

Di akhir cerita, dikisahkan bahwa Pras dan Meirose membatalkan rencananya untuk bercerai. Hal yang begitu pahit bagi Syarief yang telah mengharapkan kehidupan baru dengan Meirose. 

Film ini memberikan kesan moral agar kita tidak menunda waktu dalam melakukan sesuatu. Dan ketika Anda menjalin hubungan dengan seseorang yang masih terikat dengan status pernikahan, maka Anda harus bersiap ditinggalkan atau tidak dipilih. 

Demikian rekomendasi film yang dapat membuat Anda terbawa perasaan. Selamat menyaksikan.

Alasan Mengapa Anda Malas Bekerja

Pernahkah Anda merasa malas dalam melakukan suatu aktivitas bekerja ? Sering menunda nunda pekerjaan dengan banyak alasan. Cenderung melakukan kesalahan dalam bekerja meskipun Anda telah mengetahui aturannya. Merasa masa bodoh dan ingin cepat pulang saja.

Saya yakin beberapa dari Anda pernah merasakan ini. Dalam dunia kerja, hal ini seringkali disebut sebagai titik jenuh, masa dimana Anda tidak lagi merasa bergairah dalam melakukan pekerjaan Anda.



Hal ini seringkali disebabkan oleh alasan alasan berikut ;

Merasa tidak dihargai 

Malas bisa muncul ketika Anda telah merasa lelah dengan lingkungan sekitar Anda dan merasa upaya Anda tak lagi dihargai. Misalkan melakukan sesuatu yang pada awalnya Anda kerjakan dengan antusias namun karena tidak kunjung mendapat respon positif, akhirnya Anda menyerah. Atau diperlakukan dengan kasar oleh orang lain meski Anda telah berusaha.

Rasa lelah ini membuat Anda enggan mengeluarkan tenaga untuk melakukan hal hal ekstra yang dapat menunjang kinerja Anda karena Anda berpikir bahwa belum tentu mereka bisa menghargainya. Pikiran negatif ini yang lama kelamaan akan membunuh kreatifitas dan menjadikan Anda orang yang pasif. 

Terjebak dengan pekerjaan yang tidak sesuai passion

Setiap orang terlahir dengan karakteristik dan minat yang berbeda satu sama lain. Meski demikian tidak semua orang menyadari karakter dan minat yang ia miliki, begitu pun dengan sebagian perusahaan yang kurang mampu menggali karakter dan minat karyawannya. Dengan alasan ini, tidak jarang seseorang dipekerjakan dalam suatu posisi yang tidak sesuai dengan karakter dan minatnya, contohnya seorang introvert yang dipekerjakan sebagai sales. 

Ketidaksesuaian ini tentu awalnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman dimana Anda akan sering melakukan kesalahan. Jika Anda tidak mampu untuk segera beradaptasi dengan pekerjaan Anda, maka Anda akan terjebak dalam rasa tidak nyaman tersebut yang akhirnya membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu sehingga Anda enggan melakukan hal lain.

Kehilangan tujuan

Kita bekerja untuk suatu alasan, tidak hanya demi alasan materi namun juga alasan lain seperti penghargaan dari orang lain dan aktualisasi diri. Ketika Anda memiliki tujuan, Anda akan berusaha keras untuk meraihnya. Lain halnya jika Anda sendiri tidak memahami apa tujuan Anda. Anda tidak tahu harus melangkah kemana dan akhirnya bingung. 

Rasa bingung ini yang menyebabkan Anda tidak mengetahui langkah apa yang seharusnya diambil sehingga Anda hanya akan melakukan hal yang sudah jelas menjadi rutinitas. Anda tidak memiliki inisiatif untuk mencoba hal baru karena memang Anda tidak mengerti apa yang Anda inginkan. 

Meskipun titik jenuh ini wajar dialami, namun tidak sedikit orang yang mampu bangkit dari rasa jenuhnya. Apapun alasan Anda, tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi dengan atasan Anda. Atasan Anda tentu memiliki alasan. Namun jika Anda telah mencobanya, namun tidak kunjung ada perubahan, ada baiknya Anda merenungkan arti kehadiran Anda. Produktifkah Anda dan puaskah Anda dengan apa yang Anda lakukan ? Tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan lingkungan baru yang mungkin bisa memberikan perubahan positif bagi Anda. 

Lowongan Kerja Procurement, IT & GA Staff, & Sr. Project Engineer - PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang

PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang adalah perusahaan perdagangan yang saat membuka lowongan untuk posisi :


1. Procurement Staff

 

Deskripsi Pekerjaan :

 
  • Menangani seluruh proses procurement,  termasuk melakukan sourcing
  • Membina dan mengembangkan relasi dengan vendor/supplier
  • Menganalisa kebutuhan dan memonitor harga material/komponen/sparepart dan melakukan negosiasi untuk mencapai target efisiensi biaya procurement
  • Melakukan pengadaan material/komponen/sparepart
  • Mengevaluasi vendor/supplier
  • Menangani proses impor, menyiapkan dan melakukan pengurusan dokumen ekspor impor
 

Kualifikasi :

 
  • Usia maksimal 30 tahun
  • Pendidikan minimal D3/S1 dari jurusan teknik mesin
  • Berpengalaman sebagai di bidang purchasing/procurement minimal 2 tahun di perusahaan/industri EPC
  • Memahami dan menguasai peraturan, prosedur, dan pengurusan di bidang impor, purchasing/procurement, dan pengawasan pelaksanaan perjanjian kerja  sama oleh vendor.
  • Berbahasa Inggris secara aktif dan mampu menggunakan komputer
  • Memiliki kemampuan komunikasi, analisis, pemecahan masalah, dan negosiasi yang baik.
  • Bersedia melakukan perjalanan dinas
  • Dapat bekerja secara mandiri. 
 
 

2. IT & GA staff

 
 

Deskripsi Pekerjaan :

 
  • Mendukung operasional keseharian khususnya dalam Maintenance jaringan dan akses IT, PABX, mesin fingerprints, serta Support GA.
  • Mengurus pembayaran PBB kantor, perpanjangan STNK kendaraan kantor, Ijin Domisili, SIUP dan TDP perusahaan.
  • Mencatat pelaksanaan aktifitas perawatan/renovasi gedung kantor/ruang kerja dan aset perusahaan.
  • Memeriksa pelaksanaan aktifitas monitoring stock dan pengadaan/pembelian peralatan kantor.
  • Bersedia bekerja dalam periode jam kerja yang reletif panjang.

 Kualifikasi :

 
  • Usia 25 – 35 tahun
  • Lulusan S1 Teknik Informatika / Teknik Komputer dan Sistem Informasi.
  • Pengalaman kerja dibidang IT & GA minimal 1 tahun, fresh graduate silahkan melamar
  • Memahami dan menguasai  file sharing & Local Area Networking, network trouble shooting, Software, Hardware, Microtic.
  • Memiliki pengetahuan telepon, PABX, Genset & Building Maintenance.
  • Mengurus perizinan.
  • Monitoring stock, pengadaan/pembelian kebutuhan dan peralatan kantor.
  • Mempunyai inisiatif, energik, teliti, kreatif, disiplin dan loyalitas terhadap perusahaan
  • Percaya diri dan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.
  • Menguasai bahasa Inggris Lisan dan Tulisan, menguasai Bahasa Mandarin menjadi nilai lebih
 

 3. Sr. Project Engineer

 

Deskripsi Pekerjaan

 
  • Mengembangkan studi pra-kelayakan pada proyek-proyek yang ditugaskan untuk mendukung keputusan manajemen.
  • Menentukan spesifikasi proyek dengan mempelajari desain produk, kebutuhan pelanggan dan standar kinerja untuk mendapatkan Informasi teknis tentang kegiatan yang berkaitan dengan proyek.
  • Menyusun rancangan anggaran untuk spesifikasi proyek dan kegiatan teknis lainnya yang terkait dengan proyek perusahaan dengan menggunakan teknologi yang tepat.
  • Menyusun analisa dalam bidang teknologi dengan tujuan menjalankan proyek pembuatan vessel, piping, dan lain sebagainya agar mampu membangun / memelihara vessel, piping, dan lain secara efisien dan efektif.
  • Mengidentifikasi bahan dan peralatan yang akan digunakan dalam berbagai sistem .
  • Menyusun rencana, dan melaporkan perkembangan pekerjaan .
  • Melakukan tes pada sistem dan membuat perubahan pada rencana jika diperlukan .
  • Pemantauan pekerjaan pemasangan dan mengelola pemeliharaan mereka setelah bangunan selesai .
  • Negosiasi kontrak dengan klien, terutama dalam pekerjaan konsultasi
  • Bekerja sama dan berkomunikasi dengan klien terkait kepentingan dan kebutuhan klien dalam proyek-proyek ditugaskan oleh klien sesuai dengan prosedur, aturan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
  • Bekerja sama dan berkomunikasi secara fektif dengan anggota tim, partisipan proyek untuk memberikan bantuan dan dukungan teknis.

 Kualifikasi

 
  • Pendidikan minimal S-1 Teknik Mesin
  • Berpengalaman minimal 5 tahun diperlukan sebagai Sr. Project Engineer  perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa energi atau EPC.
  • Diperlukan Keterampilan: Manajemen Proyek, Analisis, Engineering Design/ Desain Rekayasa/ Piping and Istrument Diagram
 
 
Bagi pelamar yang berminat, kirim CV dan surat lamaran ke :
 
 
atau
 
PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang
Kompleks Perkantoran Cinere Blok A
Jl. Pala No. 1- B
Cinere
Depok 16515
Telp 021-7535381, 021-7537866, 021-7533822

Sudahkah Anda Menjadi Teman yang Baik ?

Hidup adalah untuk menjalin relasi, pernahkah Anda memikirkan hal yang sama dengan ungkapan saya ? Hubungan yang dijalin pun tidak hanya sekedar kenal saja, melainkan hubungan lebih mendalam hingga terbitlah perasaan saling membutuhkan.

Upayakan setiap kali kita tinggal di lingkungan baru, kita dapat menemukan orang lain sebagai teman dekat kita. Teman yang dapat kita hubungi untuk berbagi cerita, teman yang dapat kita minta bantuan, teman yang dapat diajak berbagi suka dan duka.



Memang tidak mudah mendapatkan teman yang baik. Namun semua itu kembali pada diri Anda, apakah diri Anda telah menjadikan diri Anda sebagai seorang teman yang baik untuk kemudian mendapatkan teman yang baik ? Apakah Anda telah berusaha menghargai perasaan orang lain ? Apakah Anda telah membuka diri untuk menerima kekurangan orang lain ?

Tidak dapat dipungkiri, dalam bekerja pun kita akan fokus dengan pekerjaan utama kita hingga tanpa disadari kita membuat orang lain merasa kesal dengan sikap kita. Seringkali kita terlalu fokus dengan pekerjaan hingga lupa untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dan juga seringkali kita terlalu idealis hingga orang lain enggan berteman dengan kita. Dan hingga yang kita hasilkan apa ? Karir meningkat namun tidak memiliki teman untuk sekedar tertawa bersama.

Jika Anda hanya fokus dengan diri Anda, dan mengabaikan kebutuhan Anda sebagai makhluk sosial, maka lama kelamaan Anda akan merasakan kesepian meski berada di keramaian sekalipun. Apakah Anda harus menunggu orang lain menyapa Anda dan mengajak Anda berbicara ? Apakah Anda harus menunggu orang lain mendekati Anda ?

Jika Anda selalu sendiri, menutup diri dengan orang lain, siapa yang akan dengan senang hati datang ke pernikahan Anda ? Siapa yang akan dengan tulus mengingat hari ulang tahun Anda ? Siapa yang dengan rindu mengajak Anda untuk berjumpa ? Dan siapa yang akan dengan kepedihan datang ke pemakaman Anda ?

Hari ini saya pergi bersama teman saya semasa SMU, meluangkan waktu bersama untuk sekadar karaoke hingga tenggorokan terasa kering, dan kemudian saya menyadari sesuatu hal. Saya bisa jadi bukan karyawan terbaik di perusahaan saya dan mungkin bukanlah orang yang dianggap berharga di tempat saya bekerja tapi saya tahu, saya berharga di mata mereka.

Mengutip lirik dari sebuah lagu, teman yang baik akan menjadi sebuah kenangan indah yang akan kita ingat di masa ketika kita telah beranjak tua.

Maka, sudahkah Anda layak untuk mendapatkan seorang teman yang baik ?


Sekilas tentang Coaching

Anda yang telah memiliki anak buah tentu mengerti betul bahwa tidak semua anak buah dapat bekerja sesuai dengan keinginan kita. Ketika mereka melampaui batasan, kita akan memberikan teguran yang bertujuan agar mereka kembali kepada batasan sebenarnya.

Setiap atasan pun memiliki caranya masing masing. Ada yang dengan menggali keluh kesah si karyawan, menasihati, hingga memarahinya. Anda sebagai atasan tentu merasa yakin bahwa cara yang Anda terapkan adalah benar, namun yakinkah Anda jika cara yang Anda terapkan dapat diterima oleh mereka ? Diterima tidak hanya dari mulut namun juga hati mereka. Terlebih lagi dengan adanya perbedaan usia juga menimbulkan perbedaan karakter antara Anda dan bawahan.

Namun dewasa ini dikenal metode coaching yang disebut sebut efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan dan mengembangkan potensi mereka.

Sebenarnya, apa sebenarnya coaching itu ?



Secara garis besar, dapat dijelaskan bahwa coaching adalah membantu orang lain menemukan solusi untuk dirinya sendiri. Kunci utama dalam proses coaching adalah mendengarkan. Sehingga dalam coaching tidak berlaku ungkapan "kalau dulu saya begini bla bla bla" namun lebih kepada ungkapan "menurut kamu bagaimana solusi untuk masalah kamu". Dalam coaching, Anda selaku atasan bukanlah pembicara utama melainkan Anda adalah seorang pendengar.

Hal lain yang perlu ditanamkan dalam diri Anda sebelum melakukan coaching adalah dengan meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi dan Anda bertugas untuk membantu mereka menyadari potensi diri mereka.

Pertanyaan yang diajukan dalam coaching meliputi :

  • Apa tujuan yang ingin mereka capai 
  • Bagaimana kondisi yang saat ini dihadapi 
  • Apa saja cara yang dimiliki untuk mencapai tujuan 
  • Apa cara yang dipilih untuk mencapai tujuan 
Dengan melakukan coaching, Anda tidak membuat karyawan merasa digurui dan mereka dapat lebih menerima proses coaching karena merekalah yang menemukan solusi, bukan orang lain. Namun tentu saja tidak mudah untuk membuat orang lain nyaman menceritakan apa yang ada dalam pikirannya. Dibutuhkan kenyamanan dan kepercayaan dalam melakukan coaching, sehingga sebagai atasan buatlah karyawan merasa nyaman dan jauh dari rasa tertekan. Karena sekali mereka merasa tertekan, maka mereka akan membentuk pertahanan diri agar mereka tidak berada dalam posisi merugikan. 

Jika selama ini Anda menganggap jika Anda memarahi karyawan Anda dengan kalimat kasar, atau menasehati karyawan dengan menceritakan kisah sukses Anda terdahulu adalah sebuah coaching maka Anda salah besar !

Berikut adalah ungkapan yang sering diucapkan di luar coaching :
  • Kamu salah, seharusnya kamu ....
  • Kalau dulu saya ... 
  • Kamu harus ... 
Dan berikut adalah ungkapan yang sering diucapkan di coaching :
  • Apakah menurut kamu cara itu sudah benar ?
  • Apakah kamu merasa pilihan yang kamu tentukan sudah sesuai ?
  • Apakah kamu memiliki orang yang kamu anggap sebagai panutan dalam permasalahan ini ?
Jika Anda ingin berhasil dalam melakukan coaching maka Anda hanya perlu  membuat mereka nyaman dan mendengarkan mereka. Percayalah tanpa kedua hal tersebut, proses coaching tidak akan berhasil. Lupakan cara lama Anda dan mulailah melakukan coaching. Sedikit berbicara, banyak mendengar dan mulai buat orang lain bahagia dengan coaching. 

Renungan : Apakah Anda sedang bekerja atau dikerjain ?

Bekerja adalah suatu kegiatan yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama kebutuhan material seperti papan, pangan dan sandang. Lokasi kerja pun seringkali lebih mirip menjadi rumah pertama kita dibanding rumah kita sendiri dikarenakan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bekerja.

Di Indonesia sendiri, rata rata jam kerja adalah 8 jam kerja setiap harinya belum lagi ditambah lamanya waktu yang ditempuh untuk perjalanan. Bagi yang bekerja di kantoran mungkin seringkali mendengar istilah "berangkat gelap pulang gelap" untuk menggambarkan betapa sibuknya mereka dalam bekerja.



Dalam bekerja tentunya kita akan mencurahkan segenap pikiran dan tenaga kita, tidak hanya untuk mendapatkan imbalan berupa gaji namun juga untuk mendapatkan jenjang karir dan pengakuan. Bahkan tak jarang ketika berada di rumah bersama keluarga, pikiran Anda tetap tertuju pada pekerjaan. Jika diingatkan kembali, sebenarnya apa tujuan Anda bekerja hingga Anda rela mengerahkan waktu dan tenaga yang Anda miliki ?

Tentu Anda masih mengingat jelas, tujuan Anda bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda dan juga keluarga Anda agar Anda dan keluarga merasa bahagia. Anda mungkin seringkali berpikir, bagaimana Anda dan keluarga dapat merasakan bahagia jika kebutuhan primer belum terpenuhi. Itulah sebabnya Anda rela kelelahan dalam bekerja hingga akhirnya dengan tekad yang kuat Anda dapat menduduki posisi yang tinggi di tempat Anda bekerja.

Ketika Anda berada di posisi yang lebih tinggi, Anda tak lagi mengeluh soal materi. Prestise Anda pun naik, Anda merasa bangga akan pencapaian karir Anda. Anda menjadi orang yang paling dibutuhkan di perusahaan Anda hingga tanpa disadari Anda telah mengabaikan diri Anda sendiri. Makan seringkali telat, ibadah terlewatkan, jam tidur berkurang namun Anda tetap mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda kuat.

Tidak hanya mengabaikan diri Anda, Anda juga mengabaikan keluarga. Pulang larut malam ketika anak telah tertidur, Anda kehilangan waktu untuk bercengkrama lebih lama dengan pasangan dan anak.

Di suatu waktu, Anda akan mendambakan untuk memiliki waktu bercengkrama dengan keluarga Anda lebih lama. Namun apa daya, profesionalitas dalam bekerja tetap harus dijunjung. Pada titik inilah Anda menyadari betapa kurangnya waktu yang Anda habiskan untuk keluarga dan Anda kembali bertanya, "inikah yang saya inginkan"? Kurang memiliki waktu untuk keluarga, mengabaikan diri sendiri, itukah yang Anda inginkan ?

Sebelum semuanya terlambat, silahkan diperjelas kembali apa tujuan Anda bekerja. Jawabannya adalah agar Anda dan keluarga bahagia. Lalu, apakah bahagia hanya sekedar soal materi ? Tentu tidak, bukankah bahagia adalah ketika Anda dapat menyenangkan hati orang yang Anda sayangi ? Bukankah Anda merasa bahagia ketika melihat orang yang Anda sayangi tertawa ?

Jika dipikir kembali, jika Anda sakit apakah perusahaan akan merasa kehilangan ? Jawabannya adalah tidak, mereka akan mencari karyawan lain untuk menggantikan Anda. Namun tidak dengan keluarga dan orang terdekat Anda, bagi mereka Anda tidak dapat digantikan.

Oleh karena itu, perbanyaklah waktu Anda dengan keluarga dan orang terdekat. Selesaikan pekerjaan Anda tepat waktu agar Anda dapat pulang lebih cepat dan tidak perlu memikirkan pekerjaan ketika berada di rumah. Ketika Anda berada di kantor, maka Anda harus melupakan permasalahan di rumah, begitupun jika di rumah. Lupakanlah permasalahan di kantor dan fokuslah pada keluarga Anda.

Hanya karna Anda butuh, bukan berarti Anda akan memberikan apapun. Pada akhirnya, yang akan menemani Anda dan tetap setia adalah keluarga Anda maka sebelum terlambat sapalah keluarga Anda dan buatlah mereka tersenyum.


Lowongan Kerja - Sales Executive PT Mitra Makmur Sahabat



Kualifikasi :

  1. Laki laki / Perempuan usia 18 tahun-30 tahun
  2. Pendidikan Minimal SMA/SMK
  3. Berpengalaman sebagai sales / marketing minimal 1 tahun
  4. Memiliki Komunikasi yang aktif
  5. Aktif dan inisiatif
  6. Teliti, jujur, loyalitas
  7. Mau memperlajari hal baru
  8. Mengerti dengan SEO

Lokasi Kerja :

Kenari Mas Pusat Alat Listrik Electical
Jl. Kramat Raya No.101, RT.18/RW.1
Paseban, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10440

Bagi yang berminat dapat menghubungi ke :

contack person : 0877-4647-2135 ( fitri hrd )
Tlp : 021-23951007