Admin Inventory - PT Alvindo Catur Sentosa

Persediaan adalah salah satu unsur penting dalam operasional perusahaan yang perlu diperhatikan. Manajemen persediaan tidak hanya mengenai penempatan persediaan melainkan juga meliputi administrasi pencatatan dari setiap mutasi persediaan.



Dibutuhkan ketelitian untuk memastikan bahwa jumlah persediaan secara fisik sesuai dengan jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem. Tidak hanya itu, untuk menangani mutasi keluar – masuk persediaan dengan frekuensi yang cukup tinggi dibutuhkan kesigapan dalam mempersiapkan dokumen administratif dari proses tersebut.

Jika Anda adalah pribadi yang teliti, cekatan dan siap bekerja dengan mobilitas tinggi, maka pekerjaan ini adalah pekerjaan yang ideal untuk mengembangkan potensi diri Anda.

Job Description :
  • Melakukan pengecekan atas penerimaan barang
  • Menyiapkan dokumen administratif penerimaan, pengeluaran dan retur barang
  • Memeriksa ketersediaan jumlah persediaan

Persyaratan :
  • Memiliki pengalaman di bidang administrasi pergudangan minimal 2 tahun
  • Mahir dalam mengoperasikan Microsoft Excel
  • Pendidikan minimal D3 / S1
  • Bersedia ditempatkan di Pergudangan Kosambi, Dadap

Sudahkah Anda Mengenali Diri Anda ?

"Apa kelebihan dan kekurangan Anda ?"

Itu adalah pertanyaan yang sering diajukan dalam sesi interview. Tak jarang pula kandidat menjawab "Tidak Tahu" yang sebenarnya menggambarkan bahwa mereka tak mengenali dirinya sendiri. Hal ini pula yang terkadang membuat recruiter enggan melanjutkan kandidat tersebut ke tahap berikutnya.

Oleh karena itu, adalah sangat penting bagi kita untuk mengenali diri kita dengan baik. Diri kita adalah satu satunya yang akan selalu ada untuk kita. Diri kita adalah satu satunya yang dapat kita andalkan.



Terkadang mengenali diri sendiri membutuhkan sebuah proses, namun dewasa ini telah ditemukan alat tes kepribadian seperti DISC atau MBTI yang dapat membantu kita untuk lebih mengenali diri kita sendiri.

Kenapa mengenali diri sendiri adalah penting ? Berikut ulasannya.

Mengetahui potensi Anda

Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan Anda, Anda akan mampu memaksimalkan diri Anda dengan mengasah kelebihan Anda dan memperbaiki kelemahan Anda. Mengenali diri Anda akan membantu Anda untuk lebih mengembangkan diri menjadi lebih baik. 

Mengetahui pekerjaan yang tepat untuk Anda

Faktanya, kita tidak dapat cocok dengan semua pekerjaan di muka bumi ini. Itulah mengapa Anda harus mengenali diri Anda sebelum Anda menentukan pekerjaan yang tepat untuk Anda. Contohnya, pekerjaan Sales lebih cocok untuk seorang ekstrovert yang handal mempersuasi dan biasanya seorang introvert akan merasa tidak nyaman jika diharuskan bertemu orang baru bahkan membujuknya untuk membeli sebuah produk.

Jangan sampai Anda terjebak dengan pekerjaan Anda dan akhirnya merasa tertekan. Mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan kepribadian akan membuat Anda merasa lebih nyaman dalam menjalaninya. 

Mengetahui pasangan yang tepat untuk Anda 

Pasangan tidak hanya berarti kekasih, pasangan juga bisa berarti rekan kerja atau justru teman dekat. Pertama, terkait dengan kekasih, nyatanya cinta tidak dapat dipaksakan. Ada beberapa orang yang memilih kekasih dengan kepribadian yang sama dengannya atau justru sebaliknya. Dengan mengetahui diri Anda, Anda dapat memilih pasangan yang memiliki karakter yang sama sehingga konflik bisa diminimalisir atau justru memilih pasangan yang memiliki kepribadian berlawanan agar dapat melengkapi diri Anda. Hal yang sama berlaku juga dalam memilih rekan kerja maupun teman dekat.

Divergent dan Konsep MBTI

Kalian tentu tidak asing dengan film Divergent yang dibintangi oleh Shailene Woodley dan Theo James yang sempat booming di tahun 2014. Film yang diadaptasi dari novel karya Veronica Roth ini terdiri dari beberapa series yaitu Divergent, Insurgent, Allegiant dan Four. Tema dari film ini cukup unik dimana mengisahkan tentang adanya pembagian faksi untuk manusia dewasa sesuai dengan karakteristik mereka. 

Faksi tersebut terdiri dari Candor (jujur), Erudite (genius), Amity (suka damai), Dauntless (pemberani) dan Abnegation (penolong tanpa pamrih). Namun sepanjang film, Anda akan menjumpai faksi lain seperti Factionless (tidak memiliki faksi) dan Divergent (yang memiliki karakteristik dari 5 faksi).

Baca juga : Sinobsis Divergent




5 Faksi dalam Divergent


Faksi Candor menjunjung tinggi kejujuran dan biasanya mereka bekerja dalam bidang politik. Mereka menggunakan pakaian berwarna hitam-putih yang melambangkan cara pandang mereka dalam menilai kejujuran. Faksi ini dikenal dengan sikapnya yang terbiasa bicara blak-blakan. 

Faksi Erudite dikenal dengan kecerdasannya, di dalamnya Anda dapat menjumpai dokter, penemu, professor. Mereka menggunakan pakaian berwarna biru yang dipercaya mampu menstimulasi otak mereka. Faksi ini dikenal dengan kegeniusan dan sikapnya yang ambisius.

Faksi Amity berisikan orang orang cinta damai dan penuh kebahagiaan, mereka bertugas untuk mengelola perkebunan dan menghasilkan makanan untuk seluruh kota. Mereka menggunakan pakaian berwarna kuning - merah yang membuat mereka terlihat lebih cerah dan menggambarkan cara pandang mereka yang selalu memandang segala sesuatu dengan positif. Faksi ini dikenal dengan sifatnya yang selalu memaafkan. 

Faksi Dauntless dikenal dengan sikapnya yang tidak takut pada apapun, mereka dilatih untuk menjadi polisi atau petarung yang bertugas untuk melindungi kota. Mereka menggunakan pakaian berwarna hitam dan dikenal sebagai faksi yang cukup "gila" dan nekat. 

Faksi Abnegation memiliki prinsip untuk selalu rendah hati, tidak egois dan menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, mereka dipercaya untuk menjalankan pemerintahan. Mereka menggunakan pakaian berwarna abu-abu dan tidak diperkenankan untuk berlama lama melihat cermin. 

Baca juga : 5 Faksi dalam Divergent

Menonton film ini mengingatkan saya pada salah satu tes kepribadian yang sudah tidak asing lagi di kalangan HR Profesional yaitu tes MBTI. Tes ini membagi manusia ke dalam 16 karakter berdasarkan ;


Bagaimana cara seseorang menyerap informasi dan mengambil keputusan disebut dengan fungsi. Sedangkan bagaimana cara seseorang mengalirkan energi dan memandang kehidupan disebut sikap. 

4 Kelompok Besar MBTI

Meskipun tes ini membagi manusia ke dalam karakter yang cukup banyak, namun agar Anda lebih mudah mengenalinya, 16 karakter ini disederhanakan ke dalam 4 kelompok besar yaitu ; 

Idealist, adalah karakter yang dominan dalam Intuitive dan Feeling. Karakter ini sangat menghargai kreativitas dan menjunjung tinggi perasaan orang lain. Tipe ini sangat berbakat menolong orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Karakter ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang berprofesi sebagai HRD, trainer, hubungan masyarakat, sales, psikolog dan pengajar.

Traditionalist, adalah karakter yang dominan dalam Sensing dan Judging. Karakter ini sangat menghargai sistem dan prosedur. Mereka dikenal praktis dan tegas serta biasanya memiliki nilai yang konservatif. Mereka merasa perlu melakukan hal yang benar dan menghargai stabilitas dan keteraturan. Karakter ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang berprofesi sebagai analis bisnis, akuntan, perencanaan proyek, penegak hukum, manajer, dan pekerjaan administratif. 

Experiencer, adalah karakter yang dominan dalam Sensing dan Perceiving. Mereka paling suka berpetualang, unggul dalam keadaan mendesak dan tidak menyukai struktur atau peraturan. Mereka dapat diibaratkan sebagai "pemadam kebakaran" yang lihai menghadapi situasi krisis dan menanganinya dengan baik. Karakter ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang berprofesi sebagai polisi, staf IT, penanganan krisis, integrasi jaringan dan reparasi.

Conceptualizer, adalah karakter yang dominan dalam Intuitive dan Thinking. Mereka paling mandiri di antara tipe lainnya dan menetapkan standar tinggi dalam berbagai hal. Mereka dapat menjadi inovator yang hebat serta ahli dalam membuat konsep dan rancangan perubahan. Karakter ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang berprofesi sebagai pengajar tingkat universitas, manajemen tingkat atas, bidang sains atau komputer dan posisi lain yang memberikan kesempatan untuk menangani masalah kompleks

Divergent vs MBTI

Berdasakan penjabaran di atas, saya melihat adanya benang merah antara faksi dalam divergent dan juga konsep MBTI. Terdapat beberapa kesamaan di antara keduanya seperti berikut ;

Candor = Traditionalist

Keduanya sama sama menjunjung tinggi kejujuran dan selalu melakukan sesuatu dengan benar. Bahkan di film ini mengisahkan bahwa faksi Candor sering dijumpai di bidang penegakan hukum dimana profesi tersebut merupakan salah satu profesi ideal untuk seorang Traditionalist. Baik faksi Candor maupun Traditionalist berbicara secara blak blakan karena mereka berpikir berdasarkan logika dan kebenaran. Itulah mengapa mereka dikenal tak memiliki perasaan. 

Erudite = Conceptualizer

Erudite digambarkan sebagai faksi yang paling intelek dibanding faksi lainnya. Sama dengan Conceptualizer, dibading kelompok lainnya dapat dikatakan mereka cukup unggul dalam hal intelektual. Itulah mengapa mereka cocok ditempatkan dalam pekerjaan yang menuntut intelektual tinggi dan perancangan strategi. 

Amity & Abnegation = Idealist

Baik Amity dan Abnegation digambarkan sebagai faksi yang menghargai orang lain. Sama halnya dengan Idealist yang memandang setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Ketiganya sebisa mungkin berusaha untuk menghindari konflik dan senantiasa menjaga kerukunan serta kedamaian. 

Dauntless = Experiencer

Keduanya memiliki semangat paling tinggi diantara kelompok lainnya. Baik Dauntless maupun Experiencer menyukai tantangan dan mampu menghadapi berbagai hal yang bersifat mendesak. Di dalam Divergent pun menggambarkan bahwa sebagian besar faksi Dauntless bertugas untuk melindungi kota dimana hal tersebut merupakan salah satu profesi yang sesuai untuk Experiencer, sang "pemadam kebakaran".

Saya sendiri secara pribadi menyukai film Divergent, selain alur ceritanya, saya merasa melalui film ini kita dapat melihat lebih jauh bagaimana konsep MBTI dimana telah diketahui bersama bahwa tes ini sangat berguna untuk menentukan minat dan bakat kita. 

Di atas adalah pengantar saya untuk konsep MBTI, dan untuk memahami bagaimana konsep MBTI akan saya jelaskan dalam postingan berikutnya. 

Semoga bermanfaat.

Ketika Atasan adalah Segalanya

Anda pasti sering mendengar pendapat bahwa "sebagian besar karyawan mengundurkan diri karena tidak cocok dengan atasan". Mendengar pendapat tersebut, bagaimana dengan opini Anda sendiri ?

Sebagian orang akan berpikir bahwa mereka yang mengundurkan diri karena atasan merupakan pribadi yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan atasan. Sebagian orang lainnya akan berpikir bahwa hal tersebut adalah hal yang dapat dimaklumi.



Tidak ada jawaban baku atas benar tidaknya pendapat tersebut. Semua kembali lagi pada cara pandang setiap orang dan karakteristik setiap orang. Namun satu hal yang dapat dipastikan adalah bahwa atasan memegang peranan penting dalam karir kita dikarenakan beberapa hal berikut ;

Atasan memantau kinerja kita secara langsung

Bisa dikatakan bahwa atasan adalah orang terdekat kita dalam bekerja. Selain karena kita mempertanggungjawabkan kinerja kita kepada atasan, atasan juga berperan dalam orientasi kerja dan penyampaian informasi lainnya. 

Dikarenakan sebagian besar interaksi dalam bekerja dilakukan kepada atasan, maka mereka memegang peranan penting dalam perkembangan karir Anda. Bagaimana cara mereka bersikap, bagaimana cara mereka mendelegasikan tugas, dan sikap mereka lainnya akan membentuk diri Anda dalam dunia bekerja. 

Secara tidak disadari, atasan kita memegang peranan penting dalam perkembangan karir kita karena memang mereka diposisikan sebagai pihak yang serba tahu tentang kinerja kita. Bagaimana penilaiannya atas kinerja kita akan mempengaruhi kemajuan karir kita di masa yang akan datang.

Untuk menghindari penilaian secara subyektif dari atasan kepada bawahan, saat ini mulai dikenal berbagai metode penilaian kinerja seperti penilaian 360 derajat.

Baca juga : Metode akurat untuk melakukan penilaian kinerja karyawan

Atasan adalah pelindung kita 

Karena secara hierarki atasan memiliki posisi di atas kita, tentunya mereka bertanggung jawab atas diri kita di lingkungan kerja. Hal ini termasuk ketika Anda dikritik oleh divisi lain, atasan seharusnya mampu memasang badan untuk melindungi kita karena kinerja Anda adalah kinerjanya.

Atasan yang selalu rela memasang badan untuk melindungi Anda tentunya menjadi atasan yang selalu diidamkan setiap orang. Lain halnya dengan atasan yang justru menjatuhkan Anda di hadapan orang lain, tentunya hal ini akan membuat Anda kehilangan kepercayaan kepadanya.

Atasan adalah sumber semangat

Mungkin ini terdengar klise, namun seperti yang telah kita ketahui bahwa mood dapat menular ke orang terdekat. Karena hampir setiap harinya kita berhadapan dengan atasan, tentu bagaimana mood mereka berpotensi menular kepada kita. Tidak hanya mood, namun sebagai bawahan Anda seringkali meyakini apa yang diyakini atasan. 

Contohnya, ketika atasan Anda merasa pesimis dengan kemajuan perusahaan di masa mendatang secara tidak langsung Anda akan turut merasa pesimis. Begitupun ketika atasan Anda datang dengan wajah muram, Anda akan merasa takut untuk mengajaknya interaksi sehingga hari Anda ikut berubah menjadi muram. 

Atasan memang seharusnya menjadi pihak yang dapat memberikan semangat kepada kita, bagaimana mereka bersikap akan menjadi panutan bagi kita. Namun sebagai tim, adalah suatu keharusan untuk menyemangati satu sama lain tanpa melihat posisi. 

Karena perbedaan karakter, memang tidak jarang seseorang akan mengundurkan diri ketika tidak mampu berinteraksi dengan baik terhadap atasannya. Bagi saya pribadi, hal ini tidaklah salah. Karena memang setiap ornag memiliki kepribadian yang berbeda yang tidak dapat dipaksakan untuk berubah hanya dalam satu hari. Semakin lama dipaksakan, perbedaan karakter yang tidak disikapi dengan saling menghargai hanya akan menimbulkan gesekan gesekan yang kelak menjadi sumber api.

Sebaliknya, ketika Anda menemui atasan yang dapat memahami Anda dan menerima Anda apa adanya, Anda akan bekerja menjadi lebih produktif dan tanpa beban. 

Beban Pekerjaan = Badai Pasti Berlalu

Bagi Anda yang telah bekerja tentu pernah merasakan penat saat dikejar deadline pekerjaan. Jangankan untuk santai, waktu untuk makan pun terlupakan. Stress, tertekan dan khawatir adalah perasaan yang wajar dirasakan ketika deadline pekerjaan memburu.

Namun, badai pasti berlalu, dan pekerjaan menumpuk yang saat ini Anda hadapi akan terselesaikan dan berlalu. Dan meski badai itu kembali datang, meski Anda kelak akan dihadapi dengan tumpukan pekerjaan yang membebani, badai itu akan kembali berlalu.

Sebagai seorang karyawan, dan bahkan sebagai seorang manusia yang menjalani kehidupan di dunia, Anda akan diterpa berbagai badai. Baik badai ringan maupun besar. Itulah hakikat kehidupan. Sebagai karyawan Anda digaji untuk bekerja, untuk menghadapi badai badai yang tak berkesudahan. Dan sebagai manusia, hidup Anda tak pernah datar, selama Anda hidup maka Anda akan terus diterpa masalah.



Sebuah ungkapan bijak mengatakan bahwa masalah itu seperti air, tergantung dimana Anda meletakannya. Di tempat besar atau di tempat kecil. Besar kecilnya masalah tergantung bagaimana cara pandang Anda. Dan jika Anda merasa saat ini hidup Anda tengah diterpa badai, ada baiknya melakukan hal berikut ;

Bergaul dengan seseorang yang dapat menyemangati Anda 

Percaya atau tidak, namun stress kerja adalah sesuatu hal yang menular layaknya mood. Jika Anda tengah berada dalam kondisi tertekan maka dekatilah teman Anda yang selalu tampak ceria dan positif, dengan demikian energi positifnya akan menular kepada Anda. 

Jika Anda adalah seorang introvert, tidak ada salahnya pergi makan siang bersama teman Anda yang ekstrovert. Dengan demikian Anda dapat melihat kehidupan dengan perspektif yang lain, bisa jadi yang Anda lihat selama ini adalah rumput dan ketika bersama mereka Anda dapat melihat bunga.

Berkumpul dengan orang terdekat

Berkumpul dan bercengkrama dengan orang terdekat tentunya memberikan rasa hangat dalam diri Anda. Anda dapat sejenak melupakan beban kerja yang menumpuk dan sedikit merasa rileks. Orang terdekat memandang Anda sebagai diri Anda, bukan sebagai Anda dengan posisi xxx dan ketika bersama dengan mereka Anda akan memahami bahwa diri Anda dicintai. 

Tidak hanya itu, dengan berkumpul bersama orang terdekat Anda dapat memahami kondisi mereka, dan mungkin Anda layak bersyukur karena bisa jadi orang terdekat Anda mengalami hal lebih buruk.

Bercerita 

Dengan menceritakan beban Anda kepada orang lain, maka sedikit banyak beban Anda terbagi. Bisa jadi orang lain memberikan masukan yang cukup masuk akal untuk Anda terapkan. Atau bisa jadi dengan bercerita, orang lain akan memberikan motivasi kepada Anda agar tetap tegar. 

Bercerita tidak akan membuat Anda terlihat lemah, bagaimanapun juga Anda adalah seorang manusia yang memiliki kelemahan. Perasaan tertekan yang dibiarkan terlalu lama dapat memicu penyakit yang tentunya akan semakin menambah beban Anda. 

Berolahraga

Cobalah mengalihkan stress Anda dengan berolahraga, meskipun melelahkan olahraga dapat membuat Anda kembali bersemangat. Dibanding hanya diam terpaku memandangi tumpukan pekerjaan Anda, maka olahraga tentu lebih efektif dengan menjadikan Anda lebih produktif. 


Perbanyak ibadah 

Apapun agama Anda, ibadah adalah hal yang menjadi kewajiban sebagai umat beragama. Ibadah menjadi salah satu sarana interaksi dengan Tuhan, Anda tidak dapat memanjatkan doa namun Anda juga dapat menceritakan beban Anda kepada-Nya. 

Sebagai makhluk ciptaan-Nya, tentu ia memiliki kuasa atas hidup kita bahkan atas masalah yang saat ini dihadapi. Tuhan cukup bijaksana dalam memberikan ujian pada hamba-Nya, sehingga patut Anda yakini bahwa apapun masalah yang Anda lalui maka Anda akan mampu menyelesaikannya. 

Demikian beberapa tips yang dapat saya sarankan kepada Anda. Setinggi apapun posisi Anda saat ini, maka ada orang lain yang memiliki posisi lebih tinggi dari Anda. Begitu pun sebaliknya, sebesar apapun beban yang Anda hadapi akan ada orang lain yang memiliki beban lebih berat dari Anda. Bersyukurlah atas apa yang Anda hadapi, jika Anda belum mampu bersyukur maka ujian yang tengah Anda hadapi akan mendewasakan Anda dan mengajari Anda apa itu arti bersyukur.