Alasan Mengapa Anda Malas Bekerja

Pernahkah Anda merasa malas dalam melakukan suatu aktivitas bekerja ? Sering menunda nunda pekerjaan dengan banyak alasan. Cenderung melakukan kesalahan dalam bekerja meskipun Anda telah mengetahui aturannya. Merasa masa bodoh dan ingin cepat pulang saja.

Saya yakin beberapa dari Anda pernah merasakan ini. Dalam dunia kerja, hal ini seringkali disebut sebagai titik jenuh, masa dimana Anda tidak lagi merasa bergairah dalam melakukan pekerjaan Anda.



Hal ini seringkali disebabkan oleh alasan alasan berikut ;

Merasa tidak dihargai 

Malas bisa muncul ketika Anda telah merasa lelah dengan lingkungan sekitar Anda dan merasa upaya Anda tak lagi dihargai. Misalkan melakukan sesuatu yang pada awalnya Anda kerjakan dengan antusias namun karena tidak kunjung mendapat respon positif, akhirnya Anda menyerah. Atau diperlakukan dengan kasar oleh orang lain meski Anda telah berusaha.

Rasa lelah ini membuat Anda enggan mengeluarkan tenaga untuk melakukan hal hal ekstra yang dapat menunjang kinerja Anda karena Anda berpikir bahwa belum tentu mereka bisa menghargainya. Pikiran negatif ini yang lama kelamaan akan membunuh kreatifitas dan menjadikan Anda orang yang pasif. 

Terjebak dengan pekerjaan yang tidak sesuai passion

Setiap orang terlahir dengan karakteristik dan minat yang berbeda satu sama lain. Meski demikian tidak semua orang menyadari karakter dan minat yang ia miliki, begitu pun dengan sebagian perusahaan yang kurang mampu menggali karakter dan minat karyawannya. Dengan alasan ini, tidak jarang seseorang dipekerjakan dalam suatu posisi yang tidak sesuai dengan karakter dan minatnya, contohnya seorang introvert yang dipekerjakan sebagai sales. 

Ketidaksesuaian ini tentu awalnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman dimana Anda akan sering melakukan kesalahan. Jika Anda tidak mampu untuk segera beradaptasi dengan pekerjaan Anda, maka Anda akan terjebak dalam rasa tidak nyaman tersebut yang akhirnya membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu sehingga Anda enggan melakukan hal lain.

Kehilangan tujuan

Kita bekerja untuk suatu alasan, tidak hanya demi alasan materi namun juga alasan lain seperti penghargaan dari orang lain dan aktualisasi diri. Ketika Anda memiliki tujuan, Anda akan berusaha keras untuk meraihnya. Lain halnya jika Anda sendiri tidak memahami apa tujuan Anda. Anda tidak tahu harus melangkah kemana dan akhirnya bingung. 

Rasa bingung ini yang menyebabkan Anda tidak mengetahui langkah apa yang seharusnya diambil sehingga Anda hanya akan melakukan hal yang sudah jelas menjadi rutinitas. Anda tidak memiliki inisiatif untuk mencoba hal baru karena memang Anda tidak mengerti apa yang Anda inginkan. 

Meskipun titik jenuh ini wajar dialami, namun tidak sedikit orang yang mampu bangkit dari rasa jenuhnya. Apapun alasan Anda, tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi dengan atasan Anda. Atasan Anda tentu memiliki alasan. Namun jika Anda telah mencobanya, namun tidak kunjung ada perubahan, ada baiknya Anda merenungkan arti kehadiran Anda. Produktifkah Anda dan puaskah Anda dengan apa yang Anda lakukan ? Tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan lingkungan baru yang mungkin bisa memberikan perubahan positif bagi Anda. 

Lowongan Kerja Procurement, IT & GA Staff, & Sr. Project Engineer - PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang

PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang adalah perusahaan perdagangan yang saat membuka lowongan untuk posisi :


1. Procurement Staff

 

Deskripsi Pekerjaan :

 
  • Menangani seluruh proses procurement,  termasuk melakukan sourcing
  • Membina dan mengembangkan relasi dengan vendor/supplier
  • Menganalisa kebutuhan dan memonitor harga material/komponen/sparepart dan melakukan negosiasi untuk mencapai target efisiensi biaya procurement
  • Melakukan pengadaan material/komponen/sparepart
  • Mengevaluasi vendor/supplier
  • Menangani proses impor, menyiapkan dan melakukan pengurusan dokumen ekspor impor
 

Kualifikasi :

 
  • Usia maksimal 30 tahun
  • Pendidikan minimal D3/S1 dari jurusan teknik mesin
  • Berpengalaman sebagai di bidang purchasing/procurement minimal 2 tahun di perusahaan/industri EPC
  • Memahami dan menguasai peraturan, prosedur, dan pengurusan di bidang impor, purchasing/procurement, dan pengawasan pelaksanaan perjanjian kerja  sama oleh vendor.
  • Berbahasa Inggris secara aktif dan mampu menggunakan komputer
  • Memiliki kemampuan komunikasi, analisis, pemecahan masalah, dan negosiasi yang baik.
  • Bersedia melakukan perjalanan dinas
  • Dapat bekerja secara mandiri. 
 
 

2. IT & GA staff

 
 

Deskripsi Pekerjaan :

 
  • Mendukung operasional keseharian khususnya dalam Maintenance jaringan dan akses IT, PABX, mesin fingerprints, serta Support GA.
  • Mengurus pembayaran PBB kantor, perpanjangan STNK kendaraan kantor, Ijin Domisili, SIUP dan TDP perusahaan.
  • Mencatat pelaksanaan aktifitas perawatan/renovasi gedung kantor/ruang kerja dan aset perusahaan.
  • Memeriksa pelaksanaan aktifitas monitoring stock dan pengadaan/pembelian peralatan kantor.
  • Bersedia bekerja dalam periode jam kerja yang reletif panjang.

 Kualifikasi :

 
  • Usia 25 – 35 tahun
  • Lulusan S1 Teknik Informatika / Teknik Komputer dan Sistem Informasi.
  • Pengalaman kerja dibidang IT & GA minimal 1 tahun, fresh graduate silahkan melamar
  • Memahami dan menguasai  file sharing & Local Area Networking, network trouble shooting, Software, Hardware, Microtic.
  • Memiliki pengetahuan telepon, PABX, Genset & Building Maintenance.
  • Mengurus perizinan.
  • Monitoring stock, pengadaan/pembelian kebutuhan dan peralatan kantor.
  • Mempunyai inisiatif, energik, teliti, kreatif, disiplin dan loyalitas terhadap perusahaan
  • Percaya diri dan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.
  • Menguasai bahasa Inggris Lisan dan Tulisan, menguasai Bahasa Mandarin menjadi nilai lebih
 

 3. Sr. Project Engineer

 

Deskripsi Pekerjaan

 
  • Mengembangkan studi pra-kelayakan pada proyek-proyek yang ditugaskan untuk mendukung keputusan manajemen.
  • Menentukan spesifikasi proyek dengan mempelajari desain produk, kebutuhan pelanggan dan standar kinerja untuk mendapatkan Informasi teknis tentang kegiatan yang berkaitan dengan proyek.
  • Menyusun rancangan anggaran untuk spesifikasi proyek dan kegiatan teknis lainnya yang terkait dengan proyek perusahaan dengan menggunakan teknologi yang tepat.
  • Menyusun analisa dalam bidang teknologi dengan tujuan menjalankan proyek pembuatan vessel, piping, dan lain sebagainya agar mampu membangun / memelihara vessel, piping, dan lain secara efisien dan efektif.
  • Mengidentifikasi bahan dan peralatan yang akan digunakan dalam berbagai sistem .
  • Menyusun rencana, dan melaporkan perkembangan pekerjaan .
  • Melakukan tes pada sistem dan membuat perubahan pada rencana jika diperlukan .
  • Pemantauan pekerjaan pemasangan dan mengelola pemeliharaan mereka setelah bangunan selesai .
  • Negosiasi kontrak dengan klien, terutama dalam pekerjaan konsultasi
  • Bekerja sama dan berkomunikasi dengan klien terkait kepentingan dan kebutuhan klien dalam proyek-proyek ditugaskan oleh klien sesuai dengan prosedur, aturan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
  • Bekerja sama dan berkomunikasi secara fektif dengan anggota tim, partisipan proyek untuk memberikan bantuan dan dukungan teknis.

 Kualifikasi

 
  • Pendidikan minimal S-1 Teknik Mesin
  • Berpengalaman minimal 5 tahun diperlukan sebagai Sr. Project Engineer  perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa energi atau EPC.
  • Diperlukan Keterampilan: Manajemen Proyek, Analisis, Engineering Design/ Desain Rekayasa/ Piping and Istrument Diagram
 
 
Bagi pelamar yang berminat, kirim CV dan surat lamaran ke :
 
 
atau
 
PT. Bhumi Arthaprima Cemerlang
Kompleks Perkantoran Cinere Blok A
Jl. Pala No. 1- B
Cinere
Depok 16515
Telp 021-7535381, 021-7537866, 021-7533822

Sudahkah Anda Menjadi Teman yang Baik ?

Hidup adalah untuk menjalin relasi, pernahkah Anda memikirkan hal yang sama dengan ungkapan saya ? Hubungan yang dijalin pun tidak hanya sekedar kenal saja, melainkan hubungan lebih mendalam hingga terbitlah perasaan saling membutuhkan.

Upayakan setiap kali kita tinggal di lingkungan baru, kita dapat menemukan orang lain sebagai teman dekat kita. Teman yang dapat kita hubungi untuk berbagi cerita, teman yang dapat kita minta bantuan, teman yang dapat diajak berbagi suka dan duka.



Memang tidak mudah mendapatkan teman yang baik. Namun semua itu kembali pada diri Anda, apakah diri Anda telah menjadikan diri Anda sebagai seorang teman yang baik untuk kemudian mendapatkan teman yang baik ? Apakah Anda telah berusaha menghargai perasaan orang lain ? Apakah Anda telah membuka diri untuk menerima kekurangan orang lain ?

Tidak dapat dipungkiri, dalam bekerja pun kita akan fokus dengan pekerjaan utama kita hingga tanpa disadari kita membuat orang lain merasa kesal dengan sikap kita. Seringkali kita terlalu fokus dengan pekerjaan hingga lupa untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dan juga seringkali kita terlalu idealis hingga orang lain enggan berteman dengan kita. Dan hingga yang kita hasilkan apa ? Karir meningkat namun tidak memiliki teman untuk sekedar tertawa bersama.

Jika Anda hanya fokus dengan diri Anda, dan mengabaikan kebutuhan Anda sebagai makhluk sosial, maka lama kelamaan Anda akan merasakan kesepian meski berada di keramaian sekalipun. Apakah Anda harus menunggu orang lain menyapa Anda dan mengajak Anda berbicara ? Apakah Anda harus menunggu orang lain mendekati Anda ?

Jika Anda selalu sendiri, menutup diri dengan orang lain, siapa yang akan dengan senang hati datang ke pernikahan Anda ? Siapa yang akan dengan tulus mengingat hari ulang tahun Anda ? Siapa yang dengan rindu mengajak Anda untuk berjumpa ? Dan siapa yang akan dengan kepedihan datang ke pemakaman Anda ?

Hari ini saya pergi bersama teman saya semasa SMU, meluangkan waktu bersama untuk sekadar karaoke hingga tenggorokan terasa kering, dan kemudian saya menyadari sesuatu hal. Saya bisa jadi bukan karyawan terbaik di perusahaan saya dan mungkin bukanlah orang yang dianggap berharga di tempat saya bekerja tapi saya tahu, saya berharga di mata mereka.

Mengutip lirik dari sebuah lagu, teman yang baik akan menjadi sebuah kenangan indah yang akan kita ingat di masa ketika kita telah beranjak tua.

Maka, sudahkah Anda layak untuk mendapatkan seorang teman yang baik ?


Sekilas tentang Coaching

Anda yang telah memiliki anak buah tentu mengerti betul bahwa tidak semua anak buah dapat bekerja sesuai dengan keinginan kita. Ketika mereka melampaui batasan, kita akan memberikan teguran yang bertujuan agar mereka kembali kepada batasan sebenarnya.

Setiap atasan pun memiliki caranya masing masing. Ada yang dengan menggali keluh kesah si karyawan, menasihati, hingga memarahinya. Anda sebagai atasan tentu merasa yakin bahwa cara yang Anda terapkan adalah benar, namun yakinkah Anda jika cara yang Anda terapkan dapat diterima oleh mereka ? Diterima tidak hanya dari mulut namun juga hati mereka. Terlebih lagi dengan adanya perbedaan usia juga menimbulkan perbedaan karakter antara Anda dan bawahan.

Namun dewasa ini dikenal metode coaching yang disebut sebut efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan dan mengembangkan potensi mereka.

Sebenarnya, apa sebenarnya coaching itu ?



Secara garis besar, dapat dijelaskan bahwa coaching adalah membantu orang lain menemukan solusi untuk dirinya sendiri. Kunci utama dalam proses coaching adalah mendengarkan. Sehingga dalam coaching tidak berlaku ungkapan "kalau dulu saya begini bla bla bla" namun lebih kepada ungkapan "menurut kamu bagaimana solusi untuk masalah kamu". Dalam coaching, Anda selaku atasan bukanlah pembicara utama melainkan Anda adalah seorang pendengar.

Hal lain yang perlu ditanamkan dalam diri Anda sebelum melakukan coaching adalah dengan meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi dan Anda bertugas untuk membantu mereka menyadari potensi diri mereka.

Pertanyaan yang diajukan dalam coaching meliputi :

  • Apa tujuan yang ingin mereka capai 
  • Bagaimana kondisi yang saat ini dihadapi 
  • Apa saja cara yang dimiliki untuk mencapai tujuan 
  • Apa cara yang dipilih untuk mencapai tujuan 
Dengan melakukan coaching, Anda tidak membuat karyawan merasa digurui dan mereka dapat lebih menerima proses coaching karena merekalah yang menemukan solusi, bukan orang lain. Namun tentu saja tidak mudah untuk membuat orang lain nyaman menceritakan apa yang ada dalam pikirannya. Dibutuhkan kenyamanan dan kepercayaan dalam melakukan coaching, sehingga sebagai atasan buatlah karyawan merasa nyaman dan jauh dari rasa tertekan. Karena sekali mereka merasa tertekan, maka mereka akan membentuk pertahanan diri agar mereka tidak berada dalam posisi merugikan. 

Jika selama ini Anda menganggap jika Anda memarahi karyawan Anda dengan kalimat kasar, atau menasehati karyawan dengan menceritakan kisah sukses Anda terdahulu adalah sebuah coaching maka Anda salah besar !

Berikut adalah ungkapan yang sering diucapkan di luar coaching :
  • Kamu salah, seharusnya kamu ....
  • Kalau dulu saya ... 
  • Kamu harus ... 
Dan berikut adalah ungkapan yang sering diucapkan di coaching :
  • Apakah menurut kamu cara itu sudah benar ?
  • Apakah kamu merasa pilihan yang kamu tentukan sudah sesuai ?
  • Apakah kamu memiliki orang yang kamu anggap sebagai panutan dalam permasalahan ini ?
Jika Anda ingin berhasil dalam melakukan coaching maka Anda hanya perlu  membuat mereka nyaman dan mendengarkan mereka. Percayalah tanpa kedua hal tersebut, proses coaching tidak akan berhasil. Lupakan cara lama Anda dan mulailah melakukan coaching. Sedikit berbicara, banyak mendengar dan mulai buat orang lain bahagia dengan coaching. 

Renungan : Apakah Anda sedang bekerja atau dikerjain ?

Bekerja adalah suatu kegiatan yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama kebutuhan material seperti papan, pangan dan sandang. Lokasi kerja pun seringkali lebih mirip menjadi rumah pertama kita dibanding rumah kita sendiri dikarenakan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bekerja.

Di Indonesia sendiri, rata rata jam kerja adalah 8 jam kerja setiap harinya belum lagi ditambah lamanya waktu yang ditempuh untuk perjalanan. Bagi yang bekerja di kantoran mungkin seringkali mendengar istilah "berangkat gelap pulang gelap" untuk menggambarkan betapa sibuknya mereka dalam bekerja.



Dalam bekerja tentunya kita akan mencurahkan segenap pikiran dan tenaga kita, tidak hanya untuk mendapatkan imbalan berupa gaji namun juga untuk mendapatkan jenjang karir dan pengakuan. Bahkan tak jarang ketika berada di rumah bersama keluarga, pikiran Anda tetap tertuju pada pekerjaan. Jika diingatkan kembali, sebenarnya apa tujuan Anda bekerja hingga Anda rela mengerahkan waktu dan tenaga yang Anda miliki ?

Tentu Anda masih mengingat jelas, tujuan Anda bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda dan juga keluarga Anda agar Anda dan keluarga merasa bahagia. Anda mungkin seringkali berpikir, bagaimana Anda dan keluarga dapat merasakan bahagia jika kebutuhan primer belum terpenuhi. Itulah sebabnya Anda rela kelelahan dalam bekerja hingga akhirnya dengan tekad yang kuat Anda dapat menduduki posisi yang tinggi di tempat Anda bekerja.

Ketika Anda berada di posisi yang lebih tinggi, Anda tak lagi mengeluh soal materi. Prestise Anda pun naik, Anda merasa bangga akan pencapaian karir Anda. Anda menjadi orang yang paling dibutuhkan di perusahaan Anda hingga tanpa disadari Anda telah mengabaikan diri Anda sendiri. Makan seringkali telat, ibadah terlewatkan, jam tidur berkurang namun Anda tetap mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda kuat.

Tidak hanya mengabaikan diri Anda, Anda juga mengabaikan keluarga. Pulang larut malam ketika anak telah tertidur, Anda kehilangan waktu untuk bercengkrama lebih lama dengan pasangan dan anak.

Di suatu waktu, Anda akan mendambakan untuk memiliki waktu bercengkrama dengan keluarga Anda lebih lama. Namun apa daya, profesionalitas dalam bekerja tetap harus dijunjung. Pada titik inilah Anda menyadari betapa kurangnya waktu yang Anda habiskan untuk keluarga dan Anda kembali bertanya, "inikah yang saya inginkan"? Kurang memiliki waktu untuk keluarga, mengabaikan diri sendiri, itukah yang Anda inginkan ?

Sebelum semuanya terlambat, silahkan diperjelas kembali apa tujuan Anda bekerja. Jawabannya adalah agar Anda dan keluarga bahagia. Lalu, apakah bahagia hanya sekedar soal materi ? Tentu tidak, bukankah bahagia adalah ketika Anda dapat menyenangkan hati orang yang Anda sayangi ? Bukankah Anda merasa bahagia ketika melihat orang yang Anda sayangi tertawa ?

Jika dipikir kembali, jika Anda sakit apakah perusahaan akan merasa kehilangan ? Jawabannya adalah tidak, mereka akan mencari karyawan lain untuk menggantikan Anda. Namun tidak dengan keluarga dan orang terdekat Anda, bagi mereka Anda tidak dapat digantikan.

Oleh karena itu, perbanyaklah waktu Anda dengan keluarga dan orang terdekat. Selesaikan pekerjaan Anda tepat waktu agar Anda dapat pulang lebih cepat dan tidak perlu memikirkan pekerjaan ketika berada di rumah. Ketika Anda berada di kantor, maka Anda harus melupakan permasalahan di rumah, begitupun jika di rumah. Lupakanlah permasalahan di kantor dan fokuslah pada keluarga Anda.

Hanya karna Anda butuh, bukan berarti Anda akan memberikan apapun. Pada akhirnya, yang akan menemani Anda dan tetap setia adalah keluarga Anda maka sebelum terlambat sapalah keluarga Anda dan buatlah mereka tersenyum.


Lowongan Kerja - Sales Executive PT Mitra Makmur Sahabat



Kualifikasi :

  1. Laki laki / Perempuan usia 18 tahun-30 tahun
  2. Pendidikan Minimal SMA/SMK
  3. Berpengalaman sebagai sales / marketing minimal 1 tahun
  4. Memiliki Komunikasi yang aktif
  5. Aktif dan inisiatif
  6. Teliti, jujur, loyalitas
  7. Mau memperlajari hal baru
  8. Mengerti dengan SEO

Lokasi Kerja :

Kenari Mas Pusat Alat Listrik Electical
Jl. Kramat Raya No.101, RT.18/RW.1
Paseban, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10440

Bagi yang berminat dapat menghubungi ke :

contack person : 0877-4647-2135 ( fitri hrd )
Tlp : 021-23951007

Ketika Bekerja dengan Terbawa Perasaan "Baper"

Anda tentu sering mendengar ungkapan "kalau bekerja jangan pakai hati, harus profesional". Ungkapan tersebut memang seringkali kita dengar dalam dunia kerja dimana kita diharapkan untuk bekerja secara profesional dan mengabaikan masalah personal.

Namun meski ungkapan demikian sudah tidak asing lagi, masih saja ada beberapa karyawan yang merasa sakit hati akibat tindakan atasannya atau rekan kerja lainnya. Jika hal ini terjadi, siapakah yang harus disalahkan ? Apakah karyawan tersebut yang terlalu sensitif atau justru atasan / rekan kerjanya yang telah bertindak keterlaluan ?

Untuk menjawab hal tersebut, mari kita ingat beberapa fakta berikut ;


Manusia punya hati 

Nyatanya, setiap manusia punya hati dan juga perasaan. Memang ada beberapa orang yang cenderung berpikir secara logis dibanding dengan perasaan, namun bagi mereka yang berpikir menggunakan perasaan akan cenderung merasa sakit hati. Dalam istilah kekinian disebut "baper", namun mereka sendiri tidak menginginkan hal tersebut. Mengubah kepribadian dan karakter juga memerlukan waktu lebih dari satu malam. Jadi ketika bicara, ingatlah untuk selalu mencoba menghargai perasaan orang lain. 

Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda beda

Memang kita tidak dapat menyamakan satu orang dengan yang lainnya karena setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Itulah mengapa seringkali terjadi gesekan antar pribadi yang timbul akibat perbedaan persepsi. Dibanding segera memasukannya ke hati, ada baiknya Anda mencoba memahami kondisi lawan bicara Anda. Bisa saja mereka bertindak dikarenakan Anda memposisikannya dalam kondisi tidak menguntungkan. 

Dari kedua fakta tersebut, ketika seseorang merasa baper kita tidak dapat menyalahkan satu pihak saja. Dalam suatu komunikasi dan interaksi kita diharuskan bersikap win win solution agar tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. 

Ketika seseorang merasa baper maka sesungguhnya telah terjadi win - lose solution atau justru lose - lose solution. Kita tidak diharuskan untuk menghadapi masalah dengan amarah, lebih baik diselesaikan dengan kepala dingin, itulah kata orang bijak. Terutama kata kata, ia dapat meluncur dengan cepat dari bibir Anda dan tidak dapat Anda tarik kembali. 


Pepatah mengatakan, kata kata itu seperti paku. Jika telah ditancapkan di dinding, maka ketika dicabut akan tetap meninggalkan bekas. Sama dengan kata kata, jika telah diucapkan, meski telah meminta maaf sakitnya akan tetap terasa. 

Dan untuk Anda yang merasa memiliki kepribadian sensitif, berusahalah untuk lebih terbuka. Jika Anda mendapat perlakuan yang membuat Anda baper, ada baiknya Anda bercerita kepada orang lain yang memiliki emosi lebih stabil karena ia akan memberikan Anda penjelasan logis dan membuat Anda kembali berpikir positif, Perasaan kesal yang ditahan hanya akan menimbulkan sakit hati. 

Faktanya dalam bekerja kita tidak dapat menghindari atau mengubah orang yang mudah baper, ia sama dengan orang lain hanya saja ia memiliki perasaan lebih sensitiv. Sama dengan hal lain dalam kehidupan, cobalah menghargai orang lain karena dengan demikian Anda akan dihargai. 

4 Penyebab Pelamar Enggan Melamar Kerja via Online

Salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah kurangnya lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, sedangkan di sisi lain perusahaan juga mengalami kendala untuk menemukan kandidat terbaik untuk direkrut.

Kedua permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh ketidaksesuaian kemampuan pelamar dengan kebutuhan perusahaan. Namun tahukah Anda disamping penyebab tersebut ada penyebab lain yang seringkali tidak diketahui yaitu kurangnya informasi lowongan kerja yang didapat oleh para pencari kerja. Alasan tersebut seringkali tidak dapat kita pahami, mengingat media internet telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Nyatanya, meski sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal internet dan sebagian besar perusahaan telah menginformasikan lowongan kerja pada media internet, terdapat satu dinding yang membatasi pencari kerja untuk bertemu dengan pemberi kerja. Dinding pembatas itu adalah rasa takut yang tertanam dalam diri pencari kerja sehingga meskipun pencari kerja tahu adanya informasi lowongan kerja di media online, mereka enggan mengajukan lamaran melalui internet.




Berikut adalah beberapa alasan mengapa pencari kerja takut untuk melamar kerja via online ;

Berujung Penipuan (Fake Job)

Pikiran ini timbul berdasarkan pengalaman pribadi dimana pencari kerja mengalami peristiwa yang buruk, seperti diharuskan mengeluarkan biaya untuk mengikuti tes. Pengalaman pribadi ini menimbulkan rasa trauma dan seringkali diceritakan kepada orang lain sehingga orang lain ikut memiliki pemikiran bahwa pekerjaan yang dibagikan melalui internet adalah palsu. 

Tidak Kunjung Dipanggil

Pencari kerja memiliki pemikiran demikian disebabkan oleh pengalaman pribadi dimana sebelumnya mereka telah mencoba melamar pekerjaan via online, namun tidak kunjung mendapat respon. 

Lebih Percaya pada "Orang Dalam"

Dibanding harus bersaing dengan para pencari kerja lain, sebagian besar memilih untuk menitipkan lamarannya melalui "orang dalam" atau seseorang yang telah bekerja di perusahaan yang dituju. Mereka berpendapat bahwa "orang dalam" dapat memberikan mereka kemudahan dalam menjalani proses rekrutmen dan kemungkinan diterima bekerja lebih besar. 

Ketidaksesuaian Pekerjaan yang Dilamar dan Pekerjaan yang Diberikan 

Alasan ini juga didasarkan pada pengalaman pribadi dimana pencari kerja dihadapkan dengan pekerjaan yang berbeda dengan pekerjaan yang dilamar. Hal ini tentunya menimbulkan ketidakpuasan dalam diri pencari kerja karena kenyataan yang ia terima tidak sesuai dengan harapannya, ditambah lagi belum tentu pencari kerja dapat menerima ketidaksesuaian ini. 

Apakah alasan alasan tersebut benar ? Atau hanya prasangka belaka ? Kita akan temukan jawabannya di postingan saya selanjutnya.

Semoga bermanfaat.


Kenali Peraturan Ini Pada Saat Mulai Bekerja

Umumnya, pada hari pertama kita bekerja akan diberikan orientasi kerja oleh Staff HRD. Pada kesempatan ini Staff HRD akan menyampaikan berbagai informasi awal mengenai perusahaan dan juga memberikan kesempatan pada Anda untuk menanyakan berbagai hal agar lebih mengenal perusahaan.



Meskipun Anda tergolong baru, sebaiknya Anda membuang jauh perasaan sungkan dibanding Anda menyimpan pertanyaan sendiri dan pada akhirnya akan menimbulkan prasangka. Disamping sejarah perusahaan dan ruang lingkup usaha yang umumnya telah dijelaskan, berikut beberapa hal yang wajib Anda pahami ;

Peraturan Kehadiran

Tanyakan pada Staff HRD seputar jam kerja dan bagaimana proses yang harus dilakukan jika Anda berhalangan hadir atau berkeinginan untuk pulang cepat. Disamping itu tanyakan, apakah ketidakhadiran Anda akan berpengaruh pada penghasilan yang akan diterima setiap bulannya. Dan jangan lupa tanyakan, apakah ketidakhadiran Anda mempengaruhi penilaian kinerja Anda dan bagaimana sanksi jika Anda tidak hadir tanpa keterangan.

Peraturan Cuti dan Izin

Hal lain yang perlu Anda tanyakan adalah peraturan cuti dan izin. Tanyakan kapan Anda berhak memperoleh cuti dan bagaimana cara mengetahui hak cuti kita. Disamping cuti, tanyakan bagaimana kondisi yang memperbolehkan karyawan untuk tidak hadir bekerja dengan tetap menerima gaji. Tanyakan apakah pengambilan cuti dan izin diberikan batasan dalam 1 bulan dan bagaimana proses mengajukan cuti atau izin.

Peraturan Penggajian

Dikarenakan gaji adalah sesuatu yang cukup penting bagi Anda, maka tidak ada salahnya jika Anda menanyakan peraturan dalam penggajian. Tanyakan kapan Anda akan menerima gaji, apa saja komponen gaji yang Anda terima, bagaimana perhitungan gaji untuk bulan pertama Anda bekerja dan rekening apa yang diperlukan dalam proses penggajian. 

Peraturan Pengangkatan Karyawan Tetap

Status adalah hal yang bisa menjadi ganjalan bagi sebagian orang, tidak peduli betapa besar penghasilan yang ia terima. Oleh karena itu, tanyakan bagaimana proses penilaian kinerja Anda hingga akhirnya Anda dinyatakan diangkat sebagai karyawan tetap. Yang paling penting, tanyakan status hubungan kerja Anda dan lamanya, apakah Anda tergolong karyawan percobaan atau karyawan kontrak. 

Peraturan Lembur

Tanyakan apa fasilitas yang akan Anda terima jika Anda bekerja melebihi jam kerja yang diberikan. Sebagian perusahaan akan memberikan uang lembur sesuai ketentuan Undang Undang dan sebagian lainnya hanya akan memberikan uang makan, bahkan tidak jarang ada perusahaan yang tidak memberikan fasilitas dalam lembur. Oleh karena itu, agar kinerja Anda tidak sia sia tanyakan dengan pasti bagaimana suatu pekerjaan dinyatakan sebagai lembur dan bagaimana proses pengajuannya. 

Peraturan Perjalanan Dinas

Untuk beberapa posisi mengharuskan karyawan untuk melakukan perjalanan dinas. Oleh karena itu, tanyakan apa saja fasilitas yang Anda terima selama menjalani perjalanan dinas tersebut serta bagaimana proses pengajuannya. 

Demikianlah beberapa hal yang harus Anda ketahui sejak awal. Sebagian karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri dikarenakan merasa tidak puas dalam proses bekerja, oleh karena itu tidak ada salahnya Anda menanyakan segala hal untuk mencegah timbulnya ketidakterbukaan antara perusahaan dan karyawan. Dan terakhir, jika memang ada hal yang mengganjal segera tanyakan kepada atasan Anda atau Staff HRD. Jangan biarkan pertanyaan Anda mengganjal perasaan Anda dan mengakibatkan timbulnya prasangka buruk. 

Beberapa Hal yang Kerap Diabaikan dalam Perusahaan

Sebagian dari Anda tentunya telah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan, baik perusahaan berkembang maupun perusahaan maju. Untuk perusahaan maju, struktur kerja sudah tidak perlu dipertanyakan kembali karena sebagian besar dari mereka telah memiliki sertifikat ISO.

Lain halnya dengan perusahaan berkembang, ia memiliki struktur kerja yang belum tertata rapi sehingga seringkali membuat para karyawan merasa pusing dengan tugasnya yang dapat berujung pada stress kerja dan turnover.



Kesalahan besar yang sering dilakukan perusahaan berkembang adalah lebih fokus terhadap nilai penjualan dan mengabaikan struktur kerja dan administrasinya. Beberapa hal selain penjualan yang perlu diperhatikan antara lain ;

Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah salah satu fondasi dalam kegiatan bekerja yang berfungsi untuk menunjukkan hierarki pertanggungjawaban tugas antara satu posisi dengan posisi lainnya. Struktur organisasi menunjukkan posisi seorang karyawan dalam suatu organisasi dan kepada siapa karyawan harus memberikan laporan kerjanya.

Tanpa adanya struktur organisasi, maka karyawan akan merasa bingung kepada siapa ia harus bertanggungjawab. Jika diteruskan, maka akan timbul perasaan "ini bukan tanggung jawab saya" atau "Anda harus menurut kepada saya" yang memicu adanya konflik kerja karena benturan kepentingan individu.

Uraian Pekerjaan (Job Description)

Uraian pekerjaan berperan untuk menjelaskan detail pekerjaan seorang karyawan beserta batasannya dan kewenangan yang dapat ia lakukan. Semakin detail uraian pekerjaan dibuat, maka akan semakin memperjelas pekerjaannya seperti laporan apa yang harus dibuat dan target dari pekerjaan tersebut.

Tanpa adanya uraian pekerjaan, akan terjadi ketidakpastian tugas yang dilakukan karyawan. Ia dapat mengerjakan pekerjaan apapun selagi diperintahkan atasan meskipun bertentangan dengan posisinya. Pada akhirnya pekerjaan yang ia terima menjadi tidak terstruktur dan mengakibatkan tekanan psikologis.

Prosedur 

Prosedur juga memiliki peranan yang penting dalam menunjukkan tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan suatu kegiatan. Dengan adanya prosedur, tidak peduli siapa yang melakukannya dan kapan dilakukannya, maka suatu kegiatan akan dilakukan dengan sama karena telah adanya pedoman berupa prosedur. 

Tahapan kegiatan yang tidak dibakukan melalui prosedur, dan  hanya berdasarkan lisan berpotensi menimbulkan kerancuan di kemudian hari. Hal ini dikarenakan sesuatu yang tidak dikemukakan secara tertulis dapat dilupakan dan berubah sewaktu waktu. Tanpa adanya prosedur, suatu kegiatan akan berlangsung berbeda beda tergantung siapa pelakunya dan waktu pelaksanaannya. 

Peraturan Perusahaan

Hal ini seringkali diabaikan oleh perusahaan meskipun peraturan perusahaan wajib dimiliki oleh setiap perusahaan. Dengan adanya peraturan perusahaan, perusahaan telah membuktikan bahwa ia telah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan sehingga setiap karyawan dapat mengerti peraturan yang diterapkan di perusahaan tersebut. Jika suatu saat karyawan ada suatu pertanyaan mengenai perusahaan, atau suatu keluhan, karyawan dapat mendiskusikannya kepada perusahaan berdasarkan Peraturan Perusahaan. 

Tanpa peraturan perusahaan, karyawan tidak dapat mengetahui dengan pasti peraturan apa yang diterapkan dan perusahaan dapat bertindak sewenang wenang tanpa berpedoman pada Undang Undang Ketenagakerjaan sehingga menimbulkan ketidakadilan dalam bekerja.